Estimasi potensi dan kinerja sapi Bali di Kabupaten Timor Tengah Utara Propinsi Nusa Tenggara Timur
TONBESI, Trimeldus Tulak, Prof. Dr. Ir. Nono Ngadiyono, MS
2008 | Tesis | S2 Ilmu PeternakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui output dan dinamika populasi, hubungan antara bobot badan dengan ukuran-ukuran tubuh, juga hubungan antara bobot badan dengan bobot karkas serta pendugaan bobot badan yang paling akurat pada sapi Bali di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian dilaksanakan di 6 kecamatan pada 20 desa. Materi penelitian meliputi 289 peternak sebagai responden, 530 ekor sapi Bali dan data sekunder dari Dinas Peternakan setempat. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi reproduksi (ER) 83,60%, natural increase 21,72%, potensi 21,47% dari populasi atau 16.204 ekor. Terjadi peningkatan populasi tiap tahun rata-rata 8,16% mengikuti persamaan regresi Y = 63.151 + 5.376X dan pada tahun 2011 dapat diestimasi populasi menjadi 100.783 ekor dengan potensi 21.638 ekor. Hubungan antara bobot badan dengan ukuran tubuh pada sapi Bali jantan umur >1 sampai 2 tahun mengikuti persamaan Y = -286,13 + 2,11X1 + 1,59X4 dengan r = 0,92 dan R2 = 0,85. Jantan umur >2 sampai 3 tahun, Y = -441,16 + 2,23X1 + 2,96X3 dengan r = 0,95 dan R2 = 0,90. Betina umur >2 sampai 3 tahun, Y = -153,27 + 2,19X1 dengan r = 0,78 dan R2 = 0,60. Jantan umur >3 sampai 4 tahun, Y = -385,10 + 4,13X1 dengan r = 0,96 dan R2 = 0,91. Betina >3 sampai 4 tahun, Y = 89,72 + 0,96X2 dengan r = 0,34 dan R2 = 0,12. Hubungan bobot potong dengan bobot karkas pada betina umur >2 sampai 3 tahun, Y = -3,84 + 0,56X dengan r = 0,97 dan R2 = 0,94, betina umur >3 sampai 4 tahun, Y = 4,0 + 1,50X dengan r = 0,87 dan R2 = 0,76 dan betina umur >4 tahun, Y = 3,16 + 0,52X dengan r = 0,96 dan R2 = 0,92. Rumus Djagra dapat digunakan untuk menduga bobot badan sapi Bali jantan dan betina di Kabupaten TTU dengan faktor koreksi masing-masing –0,34% dan –16,71%.
This research’s goal was to recognize the output and population dynamics, correlation between body weight and body size, and also correlation between body weight and carcass weight and the most accurate body weight estimation on Bali cattle in regency north middle Timor, east nusa tenggara province. This research was done in 6 districts in 20 villages. The research material included 289 breeders as respondent, 530 Bali cattles and secondary data from local Department of Animal Husbandry. The results showed that reproduction efficiency 83.60%, 21.72% natural increase, 21.47% potency of the population or 16,204 animals. There was annual increased with average 8.16% follows regression equation Y = 63,151 + 5,376 X and by year of 2011 the population could be estimated as many as 100,783 animals with potency 21,638 animals. Correlation between body weight with body size in male Bali cow age >1 to 2 years old followed equation Y = -286.13 + 2.11 X1 + 1.59X4 with r = 0.92 and R2 = 0.85. Male with age >2 to 3 years old, Y = -441.16 + 2.23X1 + 2.96X3 with r = 0.95 and R2 = 0.90. Female age >2 to 3 years old, Y = -153.27 + 2.19X1 with r = 0.78 and R2 = 0.60. Male with age >3 to 4 years old, Y = -385.10 + 4.13X1 with r = 0.96 and R2 = 0.91. Female age >3 to 4 years old, Y = 89.72 + 0.96X2 with r = 0.34 and R2 = 0.12. Correlation between body weight and carcass weight in female age >2 to 3 years old, Y = -3.84 + 0.56X with r = 0.97 and R2 = 0.94, female age >3 to 4 years old, Y = 4.0 + 1.50X with r = 0.87 and R2 = 0.76, and female age >4 years old, Y = 3.16 + 0.52X with r = 0.96 and R2 = 0.92. Djagra Formula could be used to estimate male and female Bali cattle body weight in regency north middle Timor with correction factor each -0.34% and -16.71%.
Kata Kunci : Sapi Bali, Kinerja, Potensi, Dinamika Populasi, Bali Cattle, Performance, Potency, Population Dynamics