Pendugaan keragaman genetik jagung Bisma pada lahan tanpa dan dengan olah tanah sempurna
DESMARWANSYAH, Dr. Ir. Woerjono Mangoendidjojo, M.Sc
2008 | Tesis | S2 Pemuliaan TanamanPeningkatan produktifitas tanaman dapat dilakukan melalui teknik budidaya dan perbaikan genetik. Salah satu teknik budidaya adalah metode persiapan lahan, yang dapat dilakukan dengan metode tanpa dan dengan olah tanah sempurna. Sementara perbaikan genetik dapat diperoleh apabila tersedia keragaman genetik dalam populasi yang ingin diperbaiki sehingga studi keragaman genetik memegang peranan penting sebagai pedoman dalam melakukan seleksi. Tujuan penelitian ini adalah menduga komponen keragaman genetik populasi Bisma dan heritabilitas dari sifat-sifat yang diamati, dan menyusun suatu indek seleksi yang dapat digunakan untuk melakukan seleksi terhadap individu-individu dalam rangka perbaikan genetik populasi tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan perkawinan tersarang 1 (NC 1 design) yang dilakukan pada musim pertama bulan Januari – April 2005. Evaluasi individu-individu hasil persilangan dilakukan pada dua metode persiapan lahan yaitu tanpa dan dengan olah tanah sempurna pada tanah Podzolik Merah Kuning berteksur lempung berdebu pada bulan Mei – Agustus 2005. Seleksi individu dilakukan dengan menggunakan indek seleksi pada gabungan dua metode persiapan lahan. Metode persiapan lahan berpengaruh pada penampilan sifat-sifat agronomis yang diamati kecuali rendemen. Metode olah tanah sempurna memberikan penampilan yang lebih baik dibandingkan dengan metode tanpa olah tanah pada sifat-sifat tinggi tanaman, tinggi tongkol, berat tongkol basah, berat pipilan kering. Sedangkan tanpa olah tanah memberikan penampilan yang lebih baik pada panjang tongkol, kadar air panen, dan rebah akar. Mengacu kepada aksi gen, pola pewarisan sifat, korelasi antar sifat maka sifat berat pipilan dan rebah akar dapat digunakan sebagai penyusun indek seleksi. Individu yang terpilih dalam seleksi merupakan 10% dari populasi yang memiliki nilai indek seleksi yang tertinggi.
Plant productivity improvement could be done through cultivation technique and genetic improvement. One of cultivation technique is land preparation method which can be done by tillage and no-tillage system. Genetic improvement would be successful if genetic variability is available enough to lead selection. This study were aimed to estimate a genetic variance and heritability of several traits of Bisma population and to construct selection index. Research used a nested mating design (NC 1) from January-April 2005 for creating the mating and May-August 2005 for evaluating under no-till and tillage system at Podzolik Merah Kuning soil type. Tillage system gave better performances on several traits such as plant height, ear height, ear weight, and yield. While no-tillage system showed an advantage performance on ear length, moisture content, and lodging resistant. According to gene action, heritability, and correlation among trait, indicated that combination of yield and lodging resistant might be used to construct selection index.
Kata Kunci : Komponen keragaman genetik,Seleksi,Heritabilitas, genetic variance component, heritability, selection