Pengaruh bangsa, jenis kelamin dan periode penyapihan terhadap pertumbuhan pedet dan repoduksi sapi induk di balai pembibitan ternak unggul sapi Dwiguna dan Ayam Sembawa Sumatera Selatan
SUTANTO, Arie, Prof. Dr. Ir. Sumadi, MS
2008 | Tesis | S2 Ilmu PeternakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bangsa, jenis kelamin dan periode penyapihan serta interaksi-interaksinya terhadap pertumbuhan pedet dan reproduksi sapi induk guna peningkatan produktivitas ternak sapi yang ada di Balai Pembibitan Ternak Unggul Sapi Dwiguna dan Ayam Sembawa. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan penimbangan dan penghitungan terhadap pertumbuhan pedet dari lahir sampai umur setahunan, pencatatan terhadap konsumsi dan konversi pakan serta pengamatan terhadap reproduksi induk setelah beranak yang meliputi kawin pertama setelah beranak, service per conception, masa kosong (days open), jarak beranak (calving interval) dan persentase kebuntingan. Hasil yang diperoleh bahwa bangsa berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan pedet sebelum sapih (205 dan 105 hari), dan berat sapih pada pedet yang disapih 205 hari, namun berpengaruh tidak nyata terhadap berat sapih pedet yang disapih 105 hari. Jenis kelamin berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan pedet sebelum dan setelah sapih. Periode penyapihan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan berat badan harian setelah sapih dan berat setahunan serta reproduksi induk yang meliputi kawin pertama setelah beranak, masa kosong (days open) dan jarak beranak (calving interval). Bangsa berpengaruh terhadap pertumbuhan pedet sebelum sapih, sedangkan jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan sebelum dan setelah sapih. Penyapihan 105 hari dapat dilaksanakan dengan diikuti perbaikan managemen terutama pakan.
This research was aimed to know the effect of breeds, sex, and weaning periods, with their interactions, on the growing calf and beef cow reproduction in order to increasing cattle productivity in The Breeding Centre of Dual Purpose Cattle and Chicken at Sembawa South Sumatera. The research were conducted by means weighing scales and calculation concerning the calf growth from the delivery until a years olds, recording the feed consumption and conversion as well as observation about the prime cattle reproduction after their calving was occurred, which is consist of post partum mating, service per conception, days open, calving intervals, and pregnancy percentages. The obtained results was that the breeds are sifnificantly (P<0.05) influences both the calf growth of pre-weaning (205 and 105 days) and of weaning periods, and weight of the calf at 205 days weaning, but not influences the weight at weaning periods of 105 days. Both pre and post weaning, the sex, have no significant effect on the calf growth. Weaning period have no significant effect (P<0.01) on the average daily gain of post-weaning and yearling weight, as well as the prime cattle reproduction including the post partum mating, service per conception, days open, calving interval. The breed influences the calf growth at pre-weaning, whereas, neither for the sex at pre or post-weaning.The weaning at 105 days and followed by management improvement, especially their feed, can be implemented.
Kata Kunci : Sapi Brahmana,Penyapihan 105 hari,Produktivitas ternak sapi, Brahman Cattle, Weaning period about 105 days, Productivity)