Pengaruh inokulasi Rhizobium sp. dan jarak tanam dengan populasi tetap terhadap pertumbuhan gulma dan hasil benih kedelai
WIDOWATI, Rahayu, Prof. Dr. Ir. Prapto Yudono, M.Sc
2008 | Tesis | S2 AgronomiPenelitian yang bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan gulma pada beberapa perlakuan jarak tanam dengan populasi tetap dan mengkaji efektivitas inokulasi Rhizobium sp. serta pengaruh jarak tanam terhadap hasil kedelai dilaksanakan pada percobaan lapangan. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terpisah (split plot) dengan empat ulangan. Faktor pertama sebagai petak utama yang terdiri dari tanpa inokulasi Rhizobium sp. dan dengan inokulasi Rhizobium sp. Faktor kedua berupa pengaturan jarak tanam ditempatkan sebagai anak petak terdiri dari jarak tanam pola persegi panjang dengan jarak tanam 30 cm x 15 cm, 45 cm x 10 cm dan jarak tanam baris ganda yaitu (55+35) cm x 10 cm. Beberapa parameter yang diamati adalah pertumbuhan gulma, efektivitas inokulasi, pertumbuhan dan hasil benih kedelai. Hasil pengamatan dianalisis dengan uji F untuk mengetahui keragamannya dan apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, inokulasi Rhizobium sp. dan pengaturan jarak tanam tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan komposisi gulma. Inokulasi Rhizobium sp. meningkatkan pembentukan bintil akar dan fiksasi N2 oleh bintil akar dibanding tanpa inokulasi Rhizobium sp. Peningkatan ini memacu pertumbuhan dan hasil kedelai yang berupa tinggi tanaman (24%), bobot kering tanaman (19,3%), jumlah cabang produktif (6,8%), laju pertumbuhan tanaman (33,3%), Laju asimilasi bersih (11,8%), Indeks luas daun (39,2%), jumlah polong (6,4%), berat biji per tanaman (23,2%), berat biji ubinan (16,3%) serta indeks panen kedelai (32,8%). Pengaturan jarak tanam yang diujikan tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Inokulasi Rhizobium sp. pada jarak tanam pola persegi panjang dengan jarak 45 cm x 10 cm dan (55+ 35) cm x 10 cm meningkatkan ukuran benih besar (14%), dan kandungan protein (4,9%) dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Field experiment was carried out to study the growth of weeds on the several treatment of plant spacing with fix population and to study the effectiveness of Rhizobium sp. inoculation on soybean growth and yield. The split plot design with four blocks as replication was adopted. As the main plots were without and with inoculation of Rhizobium sp. The sub plots were rectangular plant spacing; these were 30 cm x 15 cm; 45 cm x 10 cm; and double plant spacing of (55+35) cm x 10 cm. Several parameters including the growth of weeds; number of root nodules and nitrogen fixing activity; the growth and yield of soybean seeds were observed. All data were analyzed by using F-test and subjected to Duncan Multiple Range Test (DMRT) analysis at 5% level when the treatments showing significantly variation. The research showed that Rhizobium sp. inoculation and plant spacing do not affect the growth and composition of the weeds. The Rhizobium sp. inoculation significantly increased the number of root nodule and nitrogen fixing activity than without inoculation. These results could significantly increase the growth and yield of soybeans such as : the plant height (24%); dry matter of shoot (19,3%); nisbi growth rate (33,3%); net assimilation rate (11,8%); leaf area index (39,2%); amount of pruductive branch (6,8%); number of pod (6,4%); seed weigth (16,3%); and harvest index (32,8%). Plant spacing did not significantly affect the growth and yield of soybean. The Rhizobium sp. inoculation at the rectangular plant spacing of 45 cm x 10 cm and (55+35) cm x 10 cm increase the size of big seed (14%) and protein content (4.9%) compare to the other treatment
Kata Kunci : kedelai, gulma, Rhizobium sp., jarak tanam, soybean, weed, plant spacing