Laporkan Masalah

Analisa kewajaran harga saham dan kinerja keuangan dalam proses persiapan initial public offering (IPO) :: Studi kasus pada PT. "X"

SUHENDRI, i Wayan Nuka Lantara, SE., M.Si

2008 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Tujuan dari proses penawaran umum saham perdana adalah proceeds yang akan diterima oleh company atas saham yang dilepas ke masayarakat umum. Untuk itu, harga saham yang tepat dan wajar merupakan faktor yang sangat penting dalam proses Initial Public Offering (IPO) ini. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menentukan harga saham yang tepat dalam proses IPO pada PT. “X” yang direncanakan terjadi pada tahun 2008. Penentuan harga saham yang wajar tersebut didasarkan pada tingkat harga yang mencerminkan kondisi dan kinerja perusahaan yang sebenarnya dan sesuai dengan five-years policy perusahaan dengan tetap mengacu pada teori-teori manajemen keuangan, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan acuan oleh perusahaan dari sisi keilmuan (akademis). Proses analisis data pada penelitian ini meliputi beberapa tahapan, yang pertama melakukan analisis industri terhadap bisnis yang digeluti oleh PT. X. Kedua, melakukan analisis rasio atas laporan keuangan perusahaan dalam lima periode (per 31 Desember 2002, per 31 Desember 2003, per 31 Desember 2004, per 31 Desember 2005, dan per 31 Desember 2006), yang meliputi: rasio likuiditas, rasio manajemen aktiva, rasio manajemen hutang, dan rasio profitabilitas. Dan tahap terakhir adalah melakukan analisis prospektif, yaitu melakukan peramalan (forecasting) dan valuasi (valuation), pada tahap terakhir ini juga dilengkapi dengan benchmark analysis yakni dengan melakukan valuasi perusahaan berdasarkan data bursa untuk industri sejenis. Setelah ketiga tahap tersebut, penelitian juga menjelaskan faktor-faktor risiko yang akan dihadapi oleh investor baik yang berhubungan dengan industri dan bisnis perusahaan, maupun kondisi makro yang meliputi ekonomi, politik, sosial dan keamanan. Proyeksi laporan keuangan dilakukan selama lima tahun ke depan dari tahun 2007-2011, dengan mengacu pada historical performance dan five-years business plan. Dari angka-angka tersebut dihasilkan perkiraan nilai perusahaan yang menjadi basis perhitungan harga saham yang merupakan present value dari arus kas bebas (free cash flow) yang dihasilkan di masa mendatang. Dari analisis tersebut diperoleh harga per lembar saham PT. X sebesar Rp. 1,028 dengan asumsi jumlah saham yang ditawarkan ke public 250 juta lembar. Dari hasil analisis benchmark dengan menggunakan metode Price Earning Ratio (PER), didapatkan harga saham PT. X sebesar Rp. 1,203 per lembar. Dari analisis keuangan dan risiko, bisa didapatkan gambaran bahwa kondisi keuangan PT. X akan menjadi lebih baik dimasa yang akan datang. Posisi mereka yang memperoleh captive market bisa dikatakan bukan merupakan risiko tapi justru mampu mengurangi uncertainty dari target penjualan mereka. Risiko terbesar justru ada pada kondisi makro dimana mereka sangat tergantung kepada pertumbuhan industri yang dimasukinya.

The goal of Initial Public Offering (IPO) is the proceeds which the company will receive from publics due to offering shares. So the fair share price is the important factor in this process. The objective of this research is determining the fair share price on the IPO process of PT. X which planned to occur in 2008. These accepted share pricing based on the price level that shown the actual condition and the performance of the company projected from five-years policy and reffered to the financial management theories, so it can be used as a refference for company from the academic’s point of view. These research data analyzing process consists of some stages. The first stage is analyzing the industry related to the PT X’s business. The second, analyzing the ratio of company’s financial statement on five periods (per 31 Desember 2002, per 31 Desember 2003, per 31 Desember 2004, per 31 Desember 2005, and per 31 Desember 2006), includes liquidity ratio, asset’s management ratio, debt management ratio, and profitability ratio. The final stage is doing the prospective analysis, that is forecasting and valuation, also equiped by benchmark analysis by valueing the company based on the same industry in the stock exchange. After the three stages, these research also explain the risk factors would be faced by investor related to industry and business and related to the domestic situation include economics, politics, social, and security. The financial statement will be projected up to 5 years from 2007 untill 2011 based on the historical performance and five years business plan. Result of the numbers is the company’s value estimation as the basis of share valuation which is the present value of the projected free cash flow. From the analysis, we obtain the share price of PT. X is Rp. 1,028 for each with the assumption 250 millions shares that offered to the publics. From the benchmark analysis using Price Earning Ratio (PER) method, we conlude the PT. X’s share price is Rp. 1,203 for each. From the financial and risk analysis, we can describe the future company financial performance of PT. X will be in good condition. The captive market that they entry actually is not the risk at all, but reducing the uncertainty of their target sales. Risk factor that they have to pay more attention is the macro economics, where they depend on the industry heavily.

Kata Kunci : Initial Public Offering,IPO,Harga saham,Analisis prospektif,Forecasting,Valuasi,Benchmark,IPO, share price, prospective analysis, forecasting, valuation, benchmark


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.