Laporkan Masalah

Keefektifan analisis penurunan kredit bermasalah pada PT Bank DKI untuk memenuhi persyaratan Bank Jangkar

PRIYAMBODO, Sigit, Wakhid Slamet Ciptono, Drs., MBA., MPM

2008 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Permasalahan yang dihadapi oleh perbankan nasional adalah kredit bermasalah atau Non Performing Loan, dimana kredit bermasalah atau Non Performing Loan akan menimbulkan dampak yang cukup besar dan berisiko tinggi bagi bank tersebut, karena berhubungan langsung dengan tingkat kesehatan bank dan profitabilitas perbankan. Non Performing Loan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia adalah sebesar 5 % (lima persen), dengan perhitungan jumlah kredit bermasalah (kolektibiliti 3 sampai dengan kolektibiliti 5) dibagi dengan total kredit. Penurunan Non Performing Loan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan jumlah kredit yang disalurkan dan mengurangi kredit bermasalah dengan meningkatkan penagihan atau melakukan restrukturisasi kredit. Metode yang digunakan untuk menganalisa adalah metode matrik Strenght- Weakness-Opportunities-Threat (SWOT), matriks Internal Factor Evaluation (IFE), matriks External Factor Evaluation (EFE), matriks Strategic Position and Action Evaluation (SPACE), matriks Grand Strategy, dan Quantitative Strategy Planning Matrix (QSPM), untuk menentukan strategi yang akan digunakan dalam peningkatan penyaluran kredit, dan metode Balanced Scorecard untuk menentukan pengelolaan kredit bermasalah. Hasil dari analisis tersebut di atas adalah strategi yang digunakan untuk penurunan Non Performing Loan adalah melakukan strategi pengembangan pasar dan melakukan pendekatan kepada debitur bermasalah untuk di evaluasi karakter, prospek usaha, dan jaminan yang dimiliki debitur

Problem loan or non performing loan is the problem that national banking faced, in which can caused an adequate effects and high risk for the bank, because it related with bank’s condition level and banking profitability. Non performing loan that set by Bank Indonesia is 5 % (five percent), which calculate problem loan (collectability 3 to 5) per total loan. Non performing loan can be decreased by increasing that loan’s amount and decreasing the problem loans by increasing loan’s collected or restructuring loan. The methods for analyze the strategy use in increasing the loan’s amount are Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix, External Factor Evaluation (EFE) Matrix, Strenght-Weakness-Opportunities-Threat (SWOT) Matrix, Strategic Position and Action Evaluation (SPACE) Matrix, Internal-External (IE) Matrix, Grand Strategy Matrix, and Quantitative Strategy Planning Matrix (QSPM), and for analyze the problem loan is The Balanced Scorecard Method. The results from these analyses are : the strategy for decreasing non performing loan is doing market development strategy and making no space with debtor with problems to evaluate their characteristic, business’s prospect, and collateral.

Kata Kunci : Kredit bermasalah,Non performing loan,Penyaluran kredit, Non Performing Loan, Problem Loan, Credit Expansion


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.