Laporkan Masalah

Pengaruh persepsi penilaian kinerja pada kepuasan kerja melalui motivasi kerja internal dan komitmen organisasional afektif sebagai variabel pemediasi di Perum Pegadaian Kanwil Yogyakarta

SEMBIRING, Zulfan Rinaldi, Neila Ramdhani, Dra., M.Si., M.Ed

2008 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Penilaian kinerja merupakan salah satu fungsi manajerial bagian sumber daya manusia suatu perusahaan. Penilaian kerja yang adil dan obyektif akan menimbulkan persepsi positif dalam diri karyawan. Hal ini akan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan sehingga memberikan manfaat bagi perusahaan. Motivasi kerja internal dan komitmen organisasional afektif diduga memediasi pengaruh persepsi penilaian kinerja pada kepuasan kerja yang diteliti pada tesis ini. Penelitian dilakukan di PERUM Pegadaian Kanwil Yogyakarta dengan cara menyebarkan kuesioner pada 50 karyawan dengan jumlah pengembalian 42 kuesioner. Pengujian hipotesis dalam tesis ini menggunakan tahapan-tahapan Baron dan Kenny (1986) untuk mengidentifikasi hubungan mediasi. Pengidentifikasian terjadinya suatu hubungan mediasi ditinjau dari nilai koefisien regresi (β) dan signifikansi (sig) persepsi penilaian kinerja sebagai variabel bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi penilaian kinerja mempengaruhi kepuasan kerja secara positif dan signifikan, ditunjukkan oleh nilai β sebesar 0,616 dengan sig sebesar 0,000 (sig < 0,05). Hasil pengujian hipotesis dua menunjukkan terjadi hubungan mediasi penuh oleh motivasi kerja internal, ditunjukkan oleh penurunan nilai β persepsi penilaian kinerja menjadi 0,311 dan tidak signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,093 (sig > 0,05). Sedangkan hasil pengujian hipotesis tiga menunjukkan terjadi hubungan mediasi parsial oleh komitmen organisasional afektif, ditunjukkan oleh nilai β persepsi penilaian kinerja menurun menjadi 0,384 namun tetap signifikan signifikan (sig < 0,05), yaitu sebesar 0,005.

Performance appraisal is one of managerial function in company’s human resources division. An objective and fair performance appraisal could create employees’ positive perception. It will influence employees’ job satisfaction that finally bring an advantage for company. Intrinsic work motivation and affective organizational commitment are mediating variable predicted in effect of perception of performance appraisal to job satisfaction in this paper. The research was done in PERUM Pegadaian Kanwil Yogyakarta by spreading out questionnaire to 50 employees with return level 42 questionnaires. Hypotesis testing was done according to Baron and Kenny’s (1986) stages in order to identified the mediation relation. Mediation identification is according to the value of percepstion of performance appraisal’s regression coefficient (β) and significancy (sig) as an independent variable. From the result of hypothesis one testing, perception of performance appraisal is positively and significantly influence job satisfaction, shown by β = 0,616 and sig = 0,000 (sig < 0,05). The result of hypothesis two testing, there is full mediation relation by intrinsic work motivation, shown by the decreasing of β’s value to be 0,311 and becoming not significant (sig = 0,093, sig > 0,05). The result of hypothesis three testing, there is partial mediation relation by affective organizational commitment, shown by the decreasing of β’s value to be 0,384 but significant (sig = 0,005, sig < 0,05).

Kata Kunci : Penilaian kinerja,Kepuasan kerja,Motivasi kerja,Komitmen organisasi afektif, Performance appraisal, intrinsic work motivation, affective organizational commitment, job satisfaction


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.