Analisis pengaruh nilai-nilai kerja dan pengalaman awal kerja pada komitmen organisasional karyawan Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta
DARYANTO, Neila Ramdhani, Dra., M.Si., M.Ed
2008 | Tesis | S2 Magister ManajemenMelihat sangat strategisnya peranan penerimaan pajak dalam mendukung pembangunan nasional negara, merupakan suatu tantangan bagi pemerintah yang dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Pajak dalam mencari atau membutuhkan karyawan-karyawan yang loyal dan berkomitmen tinggi terhadap organisasinya. Karyawan dengan komitmen yang kuat akan memiliki niat untuk bekerja, kehadiran yang teratur, pengawasan yang rendah, dan usaha-usaha maksimal dalam bekerja. Kesesuaian nilai-nilai kerja dan penilaian karyawan terhadap pekerjaannya dalam suatu organisasi, akan mempengaruhi komitmen organisasi karyawan. Penelitian dilakukan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Yogyakarta dengan cara menyebarkan kuesioner pada karyawan dengan metode purposive sampling. Pengidentifikasian terjadinya suatu signifikansi parameter individual ditinjau dari signifikansi (p value) antara nilai kerja dan pengalaman awal kerja pada komitmen organisasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kerja tidak mempengaruhi komitmen afektif, ditunjukkan oleh dengan p value sebesar 0,276 (sig > 0,05). Hasil pengujian hipotesis dua menunjukkan nilai-nilai kerja tidak berpengaruh pada komitmen kontinuan dengan p value sebesar 0,330. Hasil pengujian hipotesis tiga menunjukkan nilai-nilai kerja tidak mempengaruhi komitmen normatif dengan p value sebesar 0,468. Hasil pengujian hipotesis empat menunjukkan pengalaman awal kerja mempunyai pengaruh pada komitmen afektif dengan p value sebesar 0,000 (sig.< 0,05). Pengujian lima dan enam menunjukkan bahwa pengalaman awal kerja tidak mempengaruhi komitmen kontinuan (p value = 0,081) dan komitmen normatif (p value = 0,209).
Concerning strategic tax revenue role toward national development, it is a challenge for government (in this case Tax Directorate General Dept) to grab highly committed employees upon their organization. High committed employee shall hold a great courage to work, regular presence, low level supervision, and optimal effort within their work. Alignment between work values and employees perception of their work within some organization will influence their commitment toward organization. The study conducted in Regional Department of Directorate General for Taxation Yogyakarta, using questionnaire and purposive sampling. The existence of this is observed from significance (p value) between work values and early work experiences toward organizational commitment. The result shows that work values has no significant relation to affective commitment (p value = 0.276; sig>0.05). Result of second hypothesis suggested that work values has no significant effects on continuance commitment (p value = 0.330). Furthermore, result of hypothesis three test also show that work values has no significant effect on normative commitment (p value = 0.468). Hypothesis four test show that early work experiences has significant effects on affective commitment (p value 0.000; sig < 0.05). Fifth and sixth test show that early work experiences has no significance effects on continuance and normative commitment(p value = 0.081 and 0.209, respectively).
Kata Kunci : Nilai,nilai kerja,Pengalaman awal kerja,Komitmen afektif,Komitmen kontinuan,Komitmen normatif, Work values, early work experiences, affective commitment, continuance commitment, normative commitment