Strategi bersaing Bank NISP menjadi Bank Nasional di tahun 2010
KOSASIH, Danny Dharmawan, Eko Budiwiyono, Drs., MBA
2008 | Tesis | S2 Magister ManajemenArsitektur Perbankan Indonesia telah memicu dan meningkatkan intensitas persaingan didalam industri perbankan Indonesia. Salah satu pilar utama dari API adalah struktur perbankan yang sehat dan kuat dengan mengelompokan bank-bank dalam 4 strata pada tahun 2010 nanti. Salah satu strata tersebut adalah strata Bank Nasional, yaitu bank yang memiliki modal sebesar Rp.10 trilyun. Bank NISP sebagai bank swasta nasional mempunyai tujuan untuk mencapai strata Bank Nasional di tahun 2010 nanti. Namun tidak hanya Bank NISP saja, bank-bank lain pun ikut bersaing untuk menjadi Bank Nasional. Maka itu diperlukan strategi yang cocok, guna untuk memampukan Bank NISP mengatasi persaingan dan mencapai tujuannya. Perumusan strategi dimulai dengan serangkaian analisis lingkungan internal dan eksternal. Analisis eksternal dilakukan dengan mengidentifikasi driving forces, memetakan strategic group, mengamati segmentasi karakteristik perbankan, kemudian mengukur kekuatan persaingan dengan kerangka kerja Porter's five forces, dan menentukan Key Success Factors. Dalam hal ini, Bank NISP fokus pada lingkungan persaingan eksternal dalam strategic group tempatnya berada. Analisis strategic group dilakukan dengan alat analisis Cluster. Analisis internal dilakukan dengan mengamati tren dan rasio keuangan Bank NISP dan juga menganalisis Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats bagi Bank NISP. Akhirnya hasil dari berbagai analisis eksternal dan internal digunakan untuk merumuskan strategi generik dan strategi pelengkap yaitu: strategi best-costprovider, strategi aliansi strategis dan strategi merger dan akuisisi.
Indonesian Banking Architecture has triggered and increased the intensity of competition in the Indonesian banking industry. One of API's pillars is to build a sound and healthy banking structure by grouping the banks into 4 different layers by the year 2010. One of the layers is Bank Nasional, which is a bank with ownedequity above Rp.10 trillion. Bank NISP, as national private bank, has a goal to reach Bank Nasional layer by the year 2010. However, not only Bank NISP, other banks are pursuing Bank Nasional layer as well. Therefore, there is a need of a suitable strategy to make Bank NISP able to overcome the competition, and also to achieve its goal. S trategy formulation begins with a set of internal and external environmental analysis. External analysis is done by identifying driving forces, mapping strategic group, observing banking characteristic segmentation, measuring the level of competitive force using Porter's five forces framework, and determining Key Success Factors. Bank NISP's external environmental analysis focuses to the competition within its strategic group. Strategic group analysis is conducted by Cluster analysis. Internal analysis is done by observing Bank NISP's financial performances in terms of financial ratio and trend, and also by analyzing Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats of Bank NISP. Finally, the results of external and internal analysis are used to formulate generic and complementary strategy, which are: best-cost provider strategy, strategic alliances strategy, and merger and acquisition strategy.
Kata Kunci : Arsitektur Perbankan Indonesia,Industri perbankan,Bank Nasional,Driving forces,Strategi group,analisis cluster,Segmentasi karakteristik perbankan,Porter's five forces,Key success factors,SWOT,Kinerja keuangan,Strategi best,cost,provider