Laporkan Masalah

Analisis efisiensi dan efektivitas pengelolaan obat di Rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2005, 2006, 2007

OLIN, Wilhelmus, Prof. Dr. Achmad Fudholi, DEA., Apt

2008 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Pengelolaan obat yang baik di setiap rumah sakit senantiasa mengedepankan efisiensi dan efektivitas dalam setiap kegiatannya.Berdasarkan berita acara pemusnahan obat yang dikeluarkan oleh RSUD Kefamenanu Kab.TTU No. 01 / BAP / RSU / IV / 2007 menunjukan jenis obat yang rusak/kadaluarsa sebanyak 172 jenis, terdiri dari 320.429 tablet, 15.173 ampul, 1276 botol dan 291 strip/kit. Berdasarkan laporan penggunaan obat rumah sakit menunjukan banyak obat yang tidak terdistribusi/ menumpuk di gudang serta berdasarkan struktur organisasi rumah sakit diketahui bahwa Kepala IFRSUD Kefamenanu dijabat oleh seorang asisten apoteker. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis semua tahapan pengelolaan obat di RSUD Kefamenanu Kab.TTU berkaitan dengan efisiensi dana dan waktu pelayanan serta efektivitas penggunaan obat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat retrospektif dan prospektif, data yang diambil tahun 2005, 2006 dan 2007, dianalisa menggunakan indikator efisiensi dan efektifitas pengelolaan obat Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan obat di RSUD Kefamenanu Kab.TTU belum sepenuhnya efisien dan efetif karena : Mayoritas pengadaan adalah bukan obat DOEN ; Usulan dana belum mencerminkan kebutuhan riil, tingkat ketepatan perencanaan obat rendah, penyimpangan perencanaan tinggi serta mayoritas ketersediaan obat di atas 19 bulan ; Mayoritas pengadaan tiap item obat dilakukan 1 kali dalam setahun, frekuensi kesalahan faktur sangat besar, serta frekuensi tertundanya pembayaran cenderung meningkat; Tingkat ketidakcocokan antara obat dengan kartu stok cukup tinggi, data pada kartu stok yang sangat minim untuk penelusuran obat, TOR sangat rendah, persentase nilai obat kadaluwarsa dan nilai obat kadaluwarsa sangat besar serta persentase stok mati cukup besar; Waktu pelayanan resep cukup cepat dan persentase obat yang berhasil diserahkan lebih besar dari 99% ; Jumlah item obat per lembar resep cukup tinggi, persentase penulisan obat generik cukup rendah serta penggunaan antibiotika yang tidak berdasarkan pertimbangan matang pada diare non spesifik dan ISPA non pneumonia sangat tingi.

Drugs management in each hospital always efficiency and effetiveness in every activity. Based on official report about medicine annihilation that is produced by kefamenanu general hospital No.01/BAP/RSU/IV/2007 shows type of medicine which is broken or expired as many as 172 kinds of medicine, consists of 320.425 tablets, 15.173 ampuls, 1276 bottles and 291 strips/kit. Based on medicine employing repert shows many medicine is not distributed/file up in the stock room and based on hospital structure organization is be knew thad IFRSUD Kefamenanu´s head is headed by a assistant pharmacist. The purpose of this research is carry out a analysis all of medicine processing stage in Kefamenanu general hospital about fun efficiency and time of care/service and effectiveness of medicine employing. This research is deskriptif analysed, data taken at 2005, 2006, and 2007, analysed by use indicator of efficiency and effectiveness of management medicine. Result of research indicate that medicine processing stage in Kefamenanu general hospital not yet effective and efficient full because procurement majority it is not DOEN medicine; drug budget proposal do not show real requirement, mount low drug planning accuracy, high planning deviation and also the availability majority medicine above 19 mounth; majority procurement item medicine conducted by 1 times in one year, frequency of misteke of invoice very big, and also the frequency delaying of payment tend to increase; level of incompatibility between drug with high stock card enough, data at stock card minim, TOR tend to downhill, its percentage assess drug of statute bared tend to downhill but assess drug of statute bared is very big and also percentage of dead stock is enough big; time of service quickly and percentage of delivered range above 99% ; amount of item medicine per high sheet enough, percentage of writing medicine generik enough lower and also use of antibiotika which do not pursuant to matured consideration at diarrhoea non specific and ISPA non pneumonia very high

Kata Kunci : Pengelolaan obat,Efisiensi dan efektivitas,Rumah Sakit, Drugs management, efficiency and effectiveness, hospital


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.