Evaluasi efisiensi pengelolaan penyimpanan dan distribusi obat rawat inap di instalasi farmasi RSUD Karawang tahun 2007
ROHAYATI, Tuti, Prof. Dr. Lukman Hakim, M.Sc., Apt
2008 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiManajemen obat Rumah Sakit terdiri dari tahap planning, procurement, distribution, use. Dari hasil observasi pendahuluan yang dilakukan di instalasi farmasi RSUD Karawang ditemukan beberapa masalah ketidakefisienan pada tahap distribution yaitu sistem inventori obat yang kurang baik misalnya pencatatan sisa obat, kontrol terhadap obat kadaluwarsa atau rusak dan lain-lain, untuk itu perlu dievaluasi sejauh mana tingkat efisiensi pengelolaan distribusi obat rawat inap. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriftif bersifat prosfektif dan retrospektif, dengan melakukan evaluasi terhadap dokumen yang berhubungan dengan proses pengelolaan penyimpanan dan distribusi obat rawat inap. Evaluasi data disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Pengukuran tingkat efisiensi pengelolaan penyimpanan dan distribusi obat dilakukan dengan menggunakan indikator efisiensi Pudjaningsih (1996)dan WHO (1993), kemudian dibandingkan dengan standar atau hasil penelitian untuk mengetahui adanya ketidakefisienan. Hasil penelitian menunjukkan, menurut beberapa indikator pengelolaan penyimpanan dan distribusi obat rawat inap, terdapat pengelolaan belum dan sudah efisien. Pada pengelolaan penyimpanan obat ketidakefisienan terjadi pada kecocokan antara jumlah fisik dengan kartu stok / komputerisasi 69,3 %, obat kadaluwarsa dan rusak sebesar 0,7 %, kesesuaian penempatan obat sesuai petunjuk 96,5 % dan ketaatan perawat dalam mengisi lembar obat 43,1 %, sedangkan efisien pada Inventory TOR 11,46 dari seharusnya 8-12. Pada pengelolaan distibusi obat ketidakefisien terjadi pada obat yang tidak dapat dilayani 0,72 %, obat yang dilabeli dengan benar 86,86 % , sedangkan efisien pada rata-rata waktu untuk melayani resep 29,62 menit dari seharusnya kurang dari 30 menit.
Hospital drug management which consist of planning, procurement, distribution, use. Result of preliminary observation done in hospital pharmacy of RSUD Karawang found some inefficiency problem in distribution steps such as drug notice, expired and damaged control etc, therefore it necessary to evaluation the efficiency rate of inpatient ward drug management distribution. The method used of the research are retrospective and prospective descriptive design by evaluating document that correlate with storage and distribution management of inpatient ward. The evaluation data is presentated in tables and narration. The efficiency rates were measured efficiency indicator by using Pudjaningsih (1996) and WHO (1993), and then compared with standard or another standard to understand not were efficient. The result showed from storage and distribution drug management of inpatient ward indicators department were not efficient yet and efficient. In storage of drug management; were not efficient in conformity of records to physical checks on drug quantity 69,3 %, expired and damaged drug 0,7 %, drugs placed in shelf properly 96,5 % and adherence of nurses to done documentation in sheet given drug 43,1 %, while efficient in inventory TOR 11,46 which should be 8-12. In distribution of drug management were not efficient yet in prescription which are not filled 0,72 % and total of drug for labeling with correct 86,86 %, and efficient in average dispensing time 29,6 minutes which should be 30 minutes.
Kata Kunci : Penyimpanan obat,Distribusi obat,Indikator dan efisiensi, drug storage, drug distribution, indicator, and efficiency