Laporkan Masalah

Sebaran aktin pada Lamina neuralis embrio tikus (Rattus rattus) galur wistar selama proses neurulasi cranial

PRAHASTUTI, Indriayuni, Dr. S.M. Issoegianti R

2008 | Tesis | S2 Biologi

Neurulasi merupakan proses perkembangan lamina neuralis menjadi tubulus neuralis. Proses neurulasi diawali dengan melekuknya lamina neuralis di bagian medioventral membentuk sulcus neuralis dan pada bagian dorsolateral membentuk torus neuralis. Pelekukan ini melibatkan perubahan bentuk sel lamina neuralis, yang diakibatkan oleh kontraksi aktin di bagian apikal sel-selnya. Aktin F merupakan polimer aktin-G (aktin globular) yang bersifat dinamis. Aktin dapat mengalami polimerisasi dan depolimerisasi sesuai kebutuhan suatu sel. Pada tahap perkembangan embrio susunan aktin berubah-ubah begitu juga lokasinya didalam sel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran aktin pada lamina neuralis serta pada embrio umur berapa aktin mulai terakumulasi pada bagian apikal sel-sel lamina neuralis. Penelitian ini menggunakan 36 embrio (Rattus rattus) galur Wistar umur 8 hari 18 jam, 9 hari, 9 hari 6 jam, 9 hari 12 jam, 9 hari 18 jam dan 9 hari 20 jam setelah fertilisasi. Embrio dari masing-masing tahap perkembangan diproses dengan metode parafin untuk dibuat sediaan mikroskopis. Sebaran aktin ditunjukkan dengan pewarnaan imunohistokimia metode Avidin Biotin-peroxidase Complex. Hasil dari penelitian ini adalah terjadi immunoreaktivitas terhadap aktin pada permukaan lamina neuralis yang akan mengalami pelekukan saja. Sedangkan pada bagian basal lamina neuralis tidak tampak immunoreaktivitas terhadap aktin. Aktin mulai terdistribusi merata pada lamina neuralis pada embrio tikus umur 9 hari.

Thirty six Wistar rats embryo were used to study the distribution of actin filament in Lamina neuralis cells during cranial neurulation. Embryo were obtain at following days of development; day 8-18 hours, day 9, day 9-6 hours, day 9-12 hours, day 9-18 hours, and day 9-20 hours respectively. They were processed with paraffin embedded section methods. Immunohistochemistry Avidin Biotin-peroxidase Complex method was used to examine and identify the distribution of actin in lamina neuralis cells. Monoclonal anti-actin produced in mouse was used as primary antibody and biotinylated antimouse IgG raised in goat as secondary antibody. Light microscopic observation showed positive reaction for actin immunoreactivity in the apical surface of bending lamina neuralis cells. In contrast, actin is not observed in non-bending lamina neuralis. Actin is not detected at day 8-18 hours embryos. At day 9 embryos positive reaction were observed over the entire apical surface of lamina neuralis.

Kata Kunci : Neurulasi cranial,Aktin,Lamina neuralis,Embrio tikus, Cranial neurulation, Actin, Lamina neuralis, Rats embryo


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.