Efektifitas mediasi dalam penyelesaian perkara perdata gugatan di Pengadilan Negeri Pekalongan
AZIZ, Khudhori, Prof. Dr. Nurhasan Ismail, S.H., M.Si
2008 | Tesis | S2 Magister HukumPenelitian mengenai efektifitas mediasi dalam penyelesaian perkara perdata gugatan di pengadilan negeri pekalongan bertujuan untuk mengetahui ketentuanketentuan yang diatur dalam Perma No. 2 Tahun 2003 sudah dilaksanakan di Pengadilan Negeri Pekalongan, hal-hal apa saja yang dapat mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan mediasi tersebut serta untuk mengetahui mediasi yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Pekalongan tersebut efektif dapat menyelesaikan perkara perdata gugatan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan yuridis normatif, yaitu meneliti asas-asas hukum, kaidah-kaidah hukum, dan sistematika hukum dengan cara meneliti bahan pustaka untuk memperoleh data sekunder. Untuk menunjang dan melengkapi data sekunder, maka dilakukan pula penelitian lapangan guna memperoleh data primer secara langsung dari subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan mediasi di Pengadilan Negeri Pekalongan tidak sejak berlakunya Perma RI No. 2 Tahun 2003, yaitu tanggal 11 September 2003 tapi sejak tanggal 29 Agustus 2005. Penyebab gagalnya mediasi adalah kurangnya penjelasan terutama tentang kelebihan atau keuntungan mediasi baik oleh majelis maupun mediator, kurangnya sosialisasi tentang mediasi dimasyarakat, karakter masyarakat setempat yang lebih mengedepankan harga diri sehingga kalau mau berdamai dianggap suatu kekalahan. Implementasi Perma No. 2 Tahun 2003 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan, di Pengadilan Negeri Pekalongan telah dilaksanakan menurut aturan Perma No. 2 Tahun 2003 tersebut, tapi dari 84 (delapan puluh empat) perkara yang dimediasi yang berhasil mencapai perdamaian ada 1 (satu) perkara atau hanya 0,011 per seratus. Karena persentase keberhasilan hanya 0,011 persen, maka artinya bahwa mediasi di Pengadilan Negeri Pekalongan tidak efektif untuk menyelesaikan perkara perdata gugatan.
The research on affectivity of mediation in solving civil case law suit in Pekalongan District court id aimed to know the rule which is regulated in Perma (Supreme Court Regulation) No. 2 Year 2003 and to know the success and failure of mediation. The research is juridical normative approach research where the research examined the law principles, Law Norm, systemic of law by examining library matters to get secondary data. The field research is done to get primary data directly from subject of the research to complete and support secondary data. The result of the research showed that the implementation of mediation in Pekalongan District court since the implementation pf Perma No. 2 Year 2003 which is started from 11 September 2003 to 29 August 2005 is fail. The cause of the failure of mediation is the lack of explanation mostly about the positive and the advantages of mediation for the judges and mediators, the lack of socialization of mediation in the society, the local character of the society who keeps the self pride so if they want to reach an agreement the y assumed as defeat. The implementation of Perma No. 2 Year 2003 about the Procedure of mediation in Pekalongan District Court showed only 1 of 84 civil cases or 1.19 % can reach an an agreement. It means the mediation in Pekalongan district court is not effective to solve civil case law suit
Kata Kunci : Mediasi,Perkara perdata,Pengadilan negeri,Mediation, Civil Case, Pekalongan District Court