Analisis komoditas dan subsektor unggulan sektor pertanian Provinsi Maluku Utara
IBRAHIM, Karmila, Dr. Ir. Slamet Hartono, M.Sc
2008 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui subsektor unggulan dan komoditas unggulan sektor pertanian serta mengetahui perubahan pertumbuhan sektor pertanian Provinsi Maluku Utara selama periode penelitian tahun 2000- 2006. Penelitian dengan menggunakan data PDRB berdasarkan harga konstan tahun 2000 dan data nilai produksi komoditas. Alat analisis yang digunakan adalah Location Quotient, Dynamic Location Quotient, Shift-Share dan Klassen Typologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian, subsektor tanaman pangan, perkebunan dan kehutanan, nilai LQ dan DLQ lebih dari satu artinya bahwa subsektor tersebut merupakan subsektor unggulan. Sedangkan komoditas sektor pertanian yang termasuk unggulan adalah padi sawah, jagung, kacang tanah, ubi jalar, ubi kayu, cengkeh, pala, kelapa, ayam buras, ayam ras pedaging, kambing, sapi, kelompok kayu meranti, rimba campuran, ikan beloso, biji nangka, kuwe, swanggi, bawal putih, selar, sunglir, terbang, julung-julung, teri, terubuk, cakalang, udang barong, cumi-cumi, sotong dan penyu. Laju pertumbuhan sektor pertanian dengan menggunakan analisis Shift-Share, menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor pertanian (Dij) Provinsi Maluku Utara lebih dipengaruhi oleh laju pertumbuhan di tingkat nasional (Nij). Dan laju pertumbuhan kabupaten/kota sebelum dan sesudah pemekaran wilayah lebih dipengaruhi oleh laju pertumbuhan di tingkat provinsi. Berdasarkan Klassen Typologi provinsi Maluku Utara berada pada daerah relatif tertinggal bila dibandingkan ditingkat nasional.
The study purpose 1) to know the leading subsector and leading agricultural commodity, 2) to know the change of agricultural sector growth in North Maluku province in 2000-2006. This study use PDRB data based on constant price in 2000 and data of commodity production value. The analysis are LQ, DLQ, Shift-Share and Klassen Typologi. The study results show that agricultural sector value includes food crops, estate, forestry subsector have LQ and DLQ value more than 1. It means that those subsector become the leading subsector. On the orther hand, agricultural subsector, which included as leading commodity are paddy, corn, groundnut, yam, cassava, clove, nutmeg, coconut, lay hen, broiler, goat, cow, the group of timber tree, back woods, and number of fish that the origin community called as fish beloso, fish biji nangka, fish kuwe, fish swanggi, white pomfret,mackerel, fish sunglir, fish terbang, fish julung-julung, tiny sea fish, terubuk, fish cakalang, barong shrimp, squit, cuttlefish, and terrapin. The growth rate of agricultural sector was analized by Shift Share. Analysis and it showed that the growth of agricultural sector in North Maluku Province, was affected by national growth rate. The growth rate of agricultural sector district before and after decentralization are affected by the growth rate of province. Based on Klassen Tipolgy North Maluku is classified as poor region at national level.
Kata Kunci : Subsektor,Komoditas,Unggulan,Location Quotient, Subsector, Commodity, Leading, Location Quotient.