Laporkan Masalah

Daya saing dan permintaan ekspor minyak sawit Indonesia dan Malaysia pada pasar Asia

SETYAWAN, Yudhi, Dr. Ir. Djuwari

2008 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Minyak sawit merupakan komoditas ekspor unggulan Indonesia dan Malaysia di pasar Asia. Kebutuhan di pasar Asia terus meningkat dari periode 1980 hingga 2005. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan minyak sawit di pasar Asia, mengetahui keunggulan komperatif minyak sawit Indonesia dan Malaysia terhadap Pasar Asia, dan memilih negara-negara yang layak sebagai target pengembangan pemasaran minyak sawit. Hasil analisis permintaan menunjukkan permintaan minyak sawit Indonesia dan Malaysia terhadap pasar Asia dipengaruhi oleh: harga ekspor minyak sawit Indonesia, herga ekspor minyak sawit Malaysia, harga minyak kedelai, populasi penduduk negara tujuan ekspor, nilai tukar rupiah terhadap dolar, dan kebijakan kebijakan pajak progresif sawit tahun 1994 (Agustus) – 2001 (Januari). Berdasarkan analisis daya saing, Indonesia dan Malaysia mempunyai RCA dan ISP yang lebih besar dari 1, ini menunjukkan kedua negara tersebut mempunyai keunggulan komperatif untuk komoditas minyak sawit. Dalam rangka menghadapi persaingan dengan Malaysia, Indonesia perlu menetapkan pasar trujuan ekspor minyak sawit. Penelitian ini menunjukkan negara yang layak menjadi sasaran pengembangan pemasaran minyak sawit Indonesia adalah Myanmar, Malaysia, Hogkong, Irak, Kuwait, Lebanon, Oman Filipina, Arab Saudi, Syria, Vietnam, dan Yaman. Negara yang seharusnya ditinggalkan adalah Thailand.

Palm oil is a major export commodity of Indonesia and Malaysia, specially to Asian Market. Indonesian palm oil export in Asia has increased steadily from 1980 until 2005. The objectives of this study are to know some factors which affect palm oil demand in Asia, to observe comperative advantages between Indonesia and Malaysia, and to choose potential markets for palm oil export. The results of this study show that Indonesian palm oil export price, Malaysian palm oil export price, soybean oil price, population of perposed countries, exchange rate, and progressive tax policy (August 1994 – January 2001) affect Indonesian palm oil export in Asia. This study also shows that Indonesia and Malaysia have RCA and ISP scores are more than 1. That means Indonesia and Malaysia have comparative advantage for palm oil. Eventhough Indonesian palm oil has a comparative advantage, Indonesia has to do a market selection in order to maintain its existance in Asia. Based on Market Selection Criteria, Indonesia has to expand its market strategy in Myanmar, Malaysia, Hongkong, Iraq, Kuwait, Lebanon, Oman, Philiphines, Saudy Arabia, Syrian, Vietnam, and Yemen. In the other hand, Indonesia has to leave Thailand market, because it doesn’t give desirable advantage for Indonesia.

Kata Kunci : Daya saing minyak sawit,Permintaan,Keunggulan komparatif,Seleksi pasar, competitiveness, palm oil, demand, comparative advantage, and market selection


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.