Laporkan Masalah

Analisis potensi ekonomi dengan penentuan sektor basis antar daerah di Sulawesi Tengah

RIDWAN, Dr. Ir. Any Suryantini, MM

2008 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Menganalisis sektor ekonomi yang menjadi sektor basis antar kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. 2. Mengetahui karakteristik pertumbuhan ekonomi antar daerah di Sulawesi Tengah. 3. Untuk mengetahui peranan national share dan regional share antar daerah di Sulawesi Tengah. Penelitian ini meliputi sepuluh kabupaten dan kota di Propinsi Sulawesi Tengah. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Analisis Location Quotient (LQ), Analisis Dynamic Location Quotient (DLQ), Analisis Klassen Typology dan Analisis Mix and Share. Kontribusi sektor pertanian terhadap pembentukan PDRB Sulawesi Tengah sebesar 44,99 persen selama periode analisis 2002-2006, menyusul sektor jasajasa dan sektor perdagangan restoran dan hotel, masing-masing 15,13 persen dan 12,66 persen. Berdasarkan analisis LQ Sektor basis di Sulawesi Tengah adalah : sektor pertanian, sektor listrik dan air bersih, sektor bangunan, sektor pengangkutan dan komunikasi, serta sektor jasa-jasa. Berdasarkan Analisis LQ tiap kabupaten dan kota, sektor pertanian menjadi sektor basis di Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Banggai, Kabupaten Morowali, Kabupaten Poso, Kabupaten Donggala, Kabupaten Toli Toli, Kabupaten Buol dan Kabupaten Parimo. Sektor jasa-jasa menjadi sektor basis di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Tojo Una Una. Berdasarkan analisis DLQ Sektor pertanian masih dapat diharapkan sebagai sektor basis dimasa yang akan datang dibeberapa kabupaten yang saat ini menjadi sektor basis. Berdasarkan analisis Klassen Typology Kabupaten Marowali terkategorisasi daerah maju dan tumbuh cepat. Kabupaten Banggai kepulauan, Kabupaten Banggai, Kabupaten Toli Toli dan Kabupaten Buol terkategorisasi daerah yang sedang tumbuh. Kabupaten Parimo dan Kota Palu terkategorisasi daerah maju tapi tertekan. Kabupaten Poso, Kabupaten Donggala, Kabupaten Tojo Una Una terkategorisasi daerah yang relatif tertinggal. Berdasarkan Analisis Mix and Share kedudukan regional share disepuluh kabupaten dan kota lebih besar dari kedudukan national share.

The objectives of this research are : 1. Analizing and classifyting economics sectors to the basic sector and non basic sector among regions in Central Sulawesi Province. 2. To understand characteric of economic growth among regions in Central Sulawesi Province. 3. To understand the role of national share and regional share among regions in Central Sulawesi Province. This research uses : Location quotient (LQ) analysis, Dynamic location quotient (DLQ) analysis, Klassen typology analysis, and mix and share analysis. LQ analysis result show that basic sector in Central Sulawesi Province are agriculture sector, electricity and water supply sector, construction sector, communication and transportation sector, and services sector. LQ analysis, at regency/town level generating agriculture sector is the basic sector for Banggai Kepulauan Regency, Banggai Regency, Morowali Regency, Poso Regency, Donggala Regency, and Tolitoli Regency, Buol Regency and Parimo Regency. Services sector is the basic sector for Palu City, Donggala Regency, and Tojo Una Una regency. The DLQ analysis indicating agriculture sector still expected as basic sector in the future for some regions in Central Sulawesi Province. The results of klassen typolgy analysis are Morowali Regency catagorized as developed and fast growing region. Banggai kepulauan Regency, Banggai Regency, Tolitoli Regency and Buol Regency are catagorized as growing regions. Parimo Regency and Palu City are catagorized as growing but underpressured. Poso regency, Donggala regency, and Tojo Una Una Regency are catagorized as less developed. The results of mix and share analysis shows that the regional share of 10 regions are more prominent determinant factor than national share.

Kata Kunci : Sektor basis,Karakteristik pertumbuhanekonomi,Kedudukan nasional share,Regional share, Basic sector, characteric of economics growth, national share and regional share role.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.