Laporkan Masalah

Efek suhu pengeringan dan tingkat ketuaan daun terhadap kadar katekin dan aktivitas anti oksidan ekstrak daun kering gambir

SUSANTI, Devi Yuni, Prof. Dr. Ir. Umar Santoso

2008 | Tesis | S2 Ilmu dan Teknologi Pangan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan dan tingkat ketuaan daun terhadap rendemen, kadar total fenol, kadar katekin serta aktivitas antioksidan ekstrak daun kering gambir. Ekstraksi daun kering gambir dilakukan dengan pelarut aquades. Kandungan katekin dalam ekstrak diidentifikasi dan dianalisis secara kuantitatif dengan metode HPLC. Aktivitas antioksidan dievaluasi dengan metode Radical Scavenging Activity (RSA) dan diinterpretasikan dengan parameter nilai Efficient Concentration atau EC 50. Rendemen ekstraksi daun kering tanaman gambir lebih besar daripada rendemen ekstraksi gambir tradisional. Kadar air, abu, bahan tak larut alkohol ekstrak yang dihasilkan telah memenuhi standar gambir nomor satu dalam SNI 01-3391-1994. Ekstrak daun kering gambir mengandung 38,49 hingga 50,33 % total fenol, 24,79 hingga 49,78 % katekin dalam bentuk (+) katekin sebagai komponen mayor dan (-) epigallokatekin gallat sebagai komponen minor. Semakin tinggi suhu pengeringan, semakin tinggi rendemen, kadar fenol, kadar katekin, dan aktivitas antioksidan ekstrak daun kering gambir hingga mencapai maksimum, konstan dan selanjutnya menurun mengikuti persamaan polinomial derajat 2. Tingkat ketuaan daun tidak berpengaruh pada kadar total fenol, kadar katekin dan aktivitas antioksidan ekstrak daun kering gambir. Suhu optimum pengeringan daun adalah 79.01oC untuk mendapat kadar fenol maksimum; 59,93oC untuk mendapat kadar katekin maksimum dan 79.14oC untuk mendapat ekstrak dengan nilai EC 50 minimum.

The aim of this research was to evaluate the effect of drying temperature and maturity level of gambir leaves on the yield, total phenolic content, catechin content and antioxidant activity of dried “gambir” leaf extracts. Dried “gambir” leaves was extracted by aquadest. Catechin content in the extracts was identified and quantitative analyzed by High Performance Liquid Chromatography (HPLC) method. Antioxidant activity was evaluated by Radical Scavenging Activity (RSA) method and interpretated with parameter “Efficient Concentration” or EC 50 value. The yield of dried “gambir” leaf extraction was more than traditional extraction’s yield. Moisture content, ash content, unsoluble material in alcoholic content, and catechin content of the extracts met the first grade standard of “gambir” in SNI 01-3391-1994. The extracts contained of 38.49 to 50.33 % total phenolics, 24.79 to 49.78 % catechins with (+) catechin as major component and (-) epigallocatechin gallat as minor component. The higher drying temperature, the higher yields, total phenolic content, catechin content and antioxidant activity in the extracts, reached maximum, constant, and then turn down according to quadratic polinomial equation. Maturity level of gambir leaves didn’t affect total phenolic content, catechin content and antioxidant activity of dried “gambir” leaf extracts significantly . The optimum of drying temperature was 79.01 oC to get maksimum total phenolic content, 59.93 oC to get maksimum catechin content and 74.94 oC to get extract with minimum EC 50 value.

Kata Kunci : Gambir,Total fenol,Katekin,Antioksidan, gambir. total phenolic, catechin, antioxidant


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.