Curahan tenaga kerja keluarga transmigrasi dan lokal pada pemeliharaan sapi potong di Kabupaten Konawe Selatan, Propinsi Sulawesi Tenggara
SANI, La Ode Arsad, Prof. Dr. Ir. Krishna Agung Santosa, M.Sc
2008 | Tesis | S2 Ilmu PeternakanPengembangan peternakan sapi potong, terutama di daerah transmigrasi sangat memerlukan profil ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui curahan tenaga kerja keluarga, produktivitas tenaga kerja keluarga dan faktor-faktor yang mempengaruhi curahan tenaga kerja keluarga pada pemeliharaan sapi potong oleh peternak transmigran dan lokal. Materi penelitian adalah peternak transmigran dan lokal di Kabupaten Konawe Selatan yang memiliki sapi dewasa umur ≥3 tahun dan minimal telah memelihara ternak sapi selama 3 tahun. Sebanyak 10 kecamatan daerah pemukiman transmigran ditentukan 3 lokasi secara stratified sampling. Selanjutnya dipilih 3 kecamatan, 6 desa serta 60 responden secara simple random sampling. Hasil analisis menunjukkan rata-rata curahan tenaga kerja keluarga peternak transmigran pada pemeliharaan sapi mencapai 262,91 hari orang kerja per tahun (HOK/tahun), sedangkan peternak lokal hanya 188,49 HOK/tahun. Curahan tenaga kerja menggembalakan ternak paling banyak digunakan peternak transmigran dan lokal setiap hari yaitu 0,315 HOK (43,67%) dan 0,344 HOK (66,46%), selanjutnya diikuti kegiatan mencari pakan 0,264 HOK (36,59%) dan 0,090 HOK (17,35%) serta kegiatan lainnya 0,142 HOK (19,74%) dan 0,084 HOK (16,19%). Produktivitas tenaga kerja keluarga dalam memelihara sapi potong oleh peternak transmigran Rp. 20.471/HOK lebih tinggi dan menunjukkan perbedaan (P<0,01) dari pada peternak lokal hanya Rp. 12.183/HOK. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi curahan tenaga kerja keluarga digunakan regresi linier berganda, hasil penelitian menunjukkan pengaruh positif terhadap curahan tenaga kerja keluarga pada pemeliharaan sapi potong adalah lama usahaternak (P<0,01) serta asal peternak transmigran dan lokal (variabel dummy) (P<0,01). Sedangkan faktor yang berpengaruh negatif (kompetitif) adalah curahan tenaga kerja keluarga non usahaternak (P<0,05) dan luas lahan pertanian (P<0,01).
Cattle farming development program, especially in transmigrant areas, is very essential to have labor force profile. A field survey was conducted to determine the use of family labor, their productivity, and factors affecting them. Sixty respondents were drawn as samples in three strata of districts differing in cattle population densities. Average use of family labor for transmigrant and local cattle farming activities were found to be 262.91 and 188.49 man-days/yr, respectively. These figures (transmigrant vs. local) were specifically broken down into activities of attending cattle (0.315 vs. 0.344 man-days, or 43.67 vs. 66.46%), cut and carry the fodder (0.264 vs. 0.090 man-days, or 36.59 vs. 17.35) and others (0.142 vs. 0.084 man-days, or 19.74 vs. 16.19%). Family labor productivity of the transmigrant farmers was found to be Rp20, 471/man-day and this figure was higher (P<0.01) than that of local farmer which was Rp12, 183/man-day. Length of experience positively affected (P<0.01) the use of family labor for cattle operation. The use of family labor for non cattle operation and farm size negatively affected (P<0.01) the use of family labor for cattle operation.
Kata Kunci : Tenaga kerja keluarga,Transmigrasi lokal,Sapi potong, Family labor, Transmigrant, Cattle farming