Evaluasi kesuburan tanah dan identifikasi pola pertanaman serta analisis usaha tani di DAS Sempor Kabupaten Kebumen
KESUMANINGWATI, Roro, Dr. Ir. Dja'far Shiddieq, M.Sc
2008 | Tesis | S2 Ilmu TanahDaerah aliran sungai (DAS) Sempor merupakan area yang sangat potensial dikembangkan untuk pertanian. Perbedaan karakteristik lahan di DAS Sempor mengakibatkan adanya perbedaan corak usaha tani yang ada sehingga penelitian yang mendalam perlu dilakukan. Perencanaan pengembangan DAS Sempor menjadi daerah pertanian yang lebih maju bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, akan tetapi pengembangan DAS Sempor harus memperhatikan kaidah konservasi sehingga DAS Sempor dapat tetap pada fungsinya sebagai Daerah Tangkapan Air. Penelitian evaluasi kesuburan tanah dan identifikasi pola pertanaman serta analisis usaha tani di DAS Sempor Kabupaten Kebumen dimulai dari bulan April 2007 sampai Mei 2008 menggunakan metode survei tanah dan survei sosial ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Sempor terdiri dari empat Sub Group tanah dengan klasifikasi kemampuan kesuburan tanah (FCC) pada masingmasing jenis tanah yaitu Typic Udorthent tergolong LR (≥45%), Inceptic Hapludalf tergolong LCk (15-30%), Ruptic-Alfic Eutrudept LC (8-20%), dan Typic Hapludalf tergolong SC (30-45%) dan C (30-45%). Analisis usaha tani menunjukkan bahwa padi sawah layak diusahakan dengan R/C rasio 1,9, ubi kayu layak diusahakan dengan R/C rasio 1,46 untuk ubi kayu yang ditanam di antara tegakan kelapa dan R/C rasio 1,6 untuk ubi kayu yang ditanam di antara tegakan tanaman kehutanan, Jati layak diusahakan dengan R/C rasio 1,25, dan pisang layak untuk diusahakan dengan R/C rasio 1,07. Usaha tani yang tidak layak dikembangkan adalah usaha tani gula kelapa dan padi ladang dengan R/C rasio 0,9 dan 0,8.
Sempor catchment area are potential land for agriculture development. The difference of land characteristic in Sempor catchment area result in different of farming pattern so we need intensively research. Plan of Sempor catchment area development as more forward agricultural area aim to raising farmer income, but the development of Sempor catchment area have to pay an attention of conservation method so Sempor catchment area still in its function as a catchment area. Research of soil fertility evaluation and identification crop pattern and also farming economical analysis in Sempor catchment area of Kebumen district starting in April 2007 until May 2008 with soil survey and social economic methods. Result of this study shown that Sempor catchment area have four of Sub Group soils with fertility capability soil classification (FCC) that was classified in Typic Udorthent LR (≥45%), Ruptic-Alfic Eutrudept LC (8-20%), Inceptic Hapludalf LCk (15-30%), and Typic Hapludalf SC (30-45%) and C (30-45%). Farming economical analysis shown that rice suitable to be developed with R/C ratio 1,9, cassava suitable to be developed with R/C ratio 1,46 until 1,6, teak suitable to be developed with R/C ratio 1,25, and banana suitable to be developed with R/C ratio 1,07. Farming analysis shown that brown sugar and upland rice not suitable to be developed with R/C ratio 0,9 and 0,8.
Kata Kunci : Daerah aliran sungai,Daerah tangkapan air,Pola pertanaman,Analisis usaha tani, catchment area, cropping pattern, farming economical analysis