Identifikasi senyawa aktif dan pengujian sifat antioksidan ekstrak etil asetat-, etanol-, dan air daun nimba 9Azadirachta indica A.Juss) serta aplikasinya pada sari buah
SEPTIYANI, Retnosyari, Ir. Suwedo Hadiwiyoto, MS, M.Phil
2008 | Tesis | S2 Ilmu dan Teknologi PanganTujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi senyawa-senyawa kimia aktif dalam ekstrak daun nimba, mengetahui aktivitas antioksidan daun nimba dan pelarut yang efektif dalam ekstraksi senyawa-senyawa aktif daun nimba, mengetahui kestabilan aktivitas antioksidan ekstrak daun nimba dalam sistem panga n (pengaruh pH dan kuat ionik ),dan mengetahui efek antioksidan ekstrak daun nimba dalam produk pangan. Pelarut yang digunakan untuk mengekstrak daun nimba yaitu etil asetat, etil asetat-etanol, etanol, etanol- air, dan air. Hasil deteksi dengan metode TLC, HPLC, dan spektrometer Infra Merah menunjukkan adanya senyawa fenol, flavonoid, tanin, dan golongan terpenoid seperti azadirachtin A, azadirachtin B, nimbin, dan salanin pada kelima ekstrak daun nimba. Pelarut campuran etanol-air lebih efektif untuk melarutkan senyawasenyawa aktif daun nimba daripada pelarut tunggal dengan rendemen 1,39%. Berdasarkan komposisi senyawa kimia aktif dan aktivitas antioksidannya, ekstrak etanol-air terpilih untuk diaplikasikan pada sistem dan produk pangan (jus buah). Ekstrak etanol-air memiliki nilai IC 50 sebesar 216, 118 ppm, daya reduksi 0,778 g BHT/g ekstrak dan penghambatan peroksida sebesar 73,47%. Ekstrak alkohol+air memiliki kandungan total fenol dan total flavonoid masing-masing sebesar 2,067 g EAG/g ekstrak dan 0,326 mg EQ/g ekstrak. Pada sistem pa ngan, ekstrak alkohol-air stabil dalam medium lemak/minyak dan menunjukkan aktivitas paling tinggi dalam medium aqueous pada pH 4 dengan kuat ionik 1 M serta menunjukkan efek dapat mempertahankan pH dan kadar vitamin C pada sari buah yang memiliki kisaran pH 4-5 dengan konsentrasi ekstrak 500 ppm.
The objective of this research was to identify active compounds and antioxidant activity of neem leaf extracts and effectiveness of solvent to extract the active compounds. The stability of antioxidant activity of neem leaf in food sytem (pH and ionic strenght) and antioxidative effect of extract in food product were also studied. Ethyl acetate, ethyl acetate -ethanol (1:1), ethanol, ethanol-water (1:1), and water were used as solvent to extract the neem leaf. The results showed that five of neem leaf extracts contain of phenolic compounds such as tannin and flavonoid and terpenoids compounds such as azadirachtin A, azairachtin B, nimbin, and sallanin according to TLC, HPLC, and Infrared Spectrophometry methods. Mixed ethanol-water solvent was more effective to extract active compounds than other single solvents, with yield of 1,39%. Because of its active compounds composition and antioxidant activity, the ethanol-water neem leaf extract was applicable for food system and product (e.g fruit juice). The IC50 value of ethanol-water neem leaf extract was 216.118 ppm, reducing power was 0.778 g BHT/g extract and peroxide inhibition was for about 73,47%. Ethanol-water neem leaf extract contain total phenolic calculated as 2.067 g EAG/g extract and total flavonoids calculated as 0.326 mg EQ/g extract. That extract was also stable in lipid medium and showed the highest activity in aqueous medium on pH 4 and ionic strenght 1 M. The 500 ppm of the extract was able to maintain the pH value and vitamin C content of fruit juice which has pH value of 4-5.
Kata Kunci : Ekstrak daun mimba(Azadirachta indica AJuss)5senyawa kimia aktif,aktivitas antioksidan,neem leaf extracts, active compounds, antioxidant activity