Laporkan Masalah

Strategi pengembangan salak nglumut Kabupaten Magelang

ARDIYANTO, Prof. Dr.Ir Dwidjono H.D, M.S

2008 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan usahatani Salak Pondoh dan pendapatan usahatani Salak Nglumut dan menganalisis faktorfaktor eksternal (peluang dan ancaman) dan faktor internal (kelemahan dan kekuatan) pengembangan Salak Nglumut Kabupaten Magelang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metoda kuantitatif, penentuan sampel dalam penelitian ini adalah purposif sapling di Kecamatan Srumbung dan Kecamatan Salam dimana data yang dikumpulkan diperoleh dari hasil wawancara dengan 60 orang responden yang terdiri dari 1) Para penentu kebijakan di Kabupaten Magelang. 2) Petani yang membudidayakan Salak Nglumut. 3) Petani yang membudidayakan Salak Pondoh dan 4) Konsumen salak. Hasil t test pendapatan petani pada usahatani Salak Pondoh lebih kecil dibandingkan pendapatan petani pada usahatani Salak Nglumut. Hasil analisis SWOT, posisinya berada pada kuadran I (satu) dengan demikian salak Nglumut pada situasi yang menguntungkan, memiliki peluang dan kekuatan. Dalam kondisi ini strategi yang harus diterapkan dalam pengembangan Salak Nglumut adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oiented Strategy). Formulasi strategi pengembangan Salak Nglumut Kabupaten Magelang adalah memanfaatkan letak strategis dengan meningkatnya pariwisata, memanfaatkan jalan propinsi untuk pemasaran salak, memanfaatkan sumber daya manusia meningkatkan pemasaran dan produksi, Pemerintah Daerah memfasilitasi pembuatan pasar kusus salak nglumut dekat dengan obyek wisata, peningkatan dana bantuan pada petani dan pembangunan infrastruktur untuk pengembangan agrowisata Salak Nglumut, mengembangkan industri rumah tangga mengolah salak, agar lebih praktis dan tahan lebih lama.

This research aims at revealing the difference between the income of Salak Pondoh farmers and the income of Salak Nglumut farmers, and to analyze the external (opportunity and threat) and the internal factor (weakness and strength) in developing Salak Nglumut in Magelang Regency. The method used in this research is a quantitative one. The sample was determined using the technique of purposive sampling. The districts of Srumbung and Salam were determined to be the district sample of this research. The data were collected by means of interview to 60 respondents consisting of 1) Policy makers in Magelang Regency; 2) farmers cultivating Salak Nglumut; 3) farmers cultivating Salak Pondoh; 4) salak consumers. The result of a t-test shows that the income of Salak Pondoh farmers is lower than the income of Salak Nglumut farmers. The result of SWOT analysis is in quadrant 1 position. It means that Salak Nglumut is in a profitable position as it has higher opportunity and strength. In this condition Salak Nglumut farmers should apply aggressive Growth Oriented Strategy. The recommended growth strategy in developing Salak Nglumut is using appropriate location for tourism, marketing salak in provincial roads, developing special market for salak close to tourism objects, increasing funding aids for salak farmers, developing infrastructure to agrotourism Salak Nglumut,develops home industry salak, that more longer resistant and practically.

Kata Kunci : SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman), SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat)

  1. S2-FPT-2008-Ardiyanta-ABSTRACT.pdf  
  2. S2-FPT-2008-Ardiyanta-BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S2-FPT-2008-Ardiyanta-TABLEOFCONTENT.pdf  
  4. S2-FPT-2008-Ardiyanta-TITLE.pdf