Pengaruh populasi buncis dalam sistem tumpangsari jagung manis terhadap gulma, ketersediaan N dalam tanah, dan hasil
HERLINAWATI, Eva, Prof. Dr.Ir. Tohari, M.Sc
2008 | Tesis | S2 AgronomiTujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh populasi buncis dalam sistem tumpangsari jagung manis terhadap pertumbuhan gulma, hasil total dua jenis tanaman dan ketersediaan N dalam tanah. Penelitian dilakukan di Banguntapan, Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan September sampai Desember 2007. Perlakuan percobaan menggunakan sistem tumpangsari yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga blok sebagai ulangan. Sistem tumpangsari dalam penelitian ini adalah penambahan populasi buncis sebesar 33%, 66%, 100% dengan tanaman utama jagung manis. Penanaman jagung manis, dan buncis secara monokultur digunakan sebagai perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan populasi buncis sampai dengan 100% dalam sistem tumpangsari jagung manis menurunkan berat kering gulma sebesar 51,46%, tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil jagung manis, dan menurunkan hasil buncis sebesar 34,73%. Ketersediaan N dalam tanah tidak mengalami perubahan dengan adanya penanaman secara tumpangsari antara jagung manis dan buncis hingga populasi sebesar 100% sebaliknya meningkatkan nisbah kesetaraan lahan sebesar 71%.
The objective of this research is to know the effect of common bean population in sweet corn intercropping system on the growth of weed, total yield of two crops and N availability in soil. The research was conducted at Banguntapan, Yogyakarta from September until December 2007. Experimental treatments of the intercropping system were arranged in randomized complete block design with three replications. Common bean population of 33%, 66%, and 100% were planted in sweet corn based intercropping. Sole crop of sweet corn and common bean were used as control plot. The result showed that common bean population until 100% in sweet corn intercropping system decreased dry matter weed about 51,46%, did not effect the growth and yield of sweet corn, and decreased yield of common bean about 34,73%. N availability in soil did not change with intercropping sweet corn and common bean until 100% population but increased land equivalent ratio about 71%.
Kata Kunci : jagung manis,buncis,populasi,tumpangsari jagung manis dan buncis,sweet corn, common bean, population, intercropping sweet corn and common bean