Laporkan Masalah

Evaluasi jamban keluarga berdasarkan pendekatan community led total sanitation (CLTS) :: Studi kasus di Kenagarian Duku Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan

IRWANSYAH, Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang. Kuantitas dan Kualitas jamban keluarga akan mengakibatkan baik buruknya kesehatan lingkungan. Di Kabupaten Pesisir Selatan, angka cakupan jamban keluarga masih rendah (21,8%) demikian juga halnya di Kenagarian Duku yaitu 2,87%. Upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan untuk meningkatkan cakupan jamban keluarga umumnya di Kabupaten Pesisir Selatan dan khususnya di Kenagarian Duku adalah dengan melibatkan masyarakat sebagai subjek dalam pembangunan jamban keluarga. Salah satu kegiatannya adalah kegiatan pelaksanaan jamban keluarga berdasarkan pendekatan Community Led Total Sanitation (CLTS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan jamban keluarga berdasarkan pendekatan Community Led Total Sanitation (CLTS) di Kenagarian Duku Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Metode Penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus eksploratif dengan metode penelitian kualitatif untuk melihat gambaran pelaksanaan jamban keluarga berdasarkan pendekatan CLTS. Penelitian ini dilakukan pada wilayah yang melaksanakan program WSLIC-2, tepatnya di Kenagarian Duku Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Satu-satunya kenagarian dari sembilan kenagarian yang ada di Kecamatan Koto XI Tarusan yang melaksanakan program CLTS, dilaksanakan pada 2 Kampung dari 5 Kampung yang ada di Kenagaian Duku pada tahun yang sama. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam (indepth interview), sedangkan data sekunder diperoleh melalui penelusuran dokumen. Hasil Penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan jamban keluarga berdasarkan pendekatan Community Led Total Sanitation (CLTS) sudah dilaksanakan sesuai dengan tahapan-tahapan metode pendekatan CLTS, Pelaksanaan ini dilandasi oleh kebijakan Departemen Kesehatan RI, dengan biaya yang cukup murah, tidak mempergunakan sarana dan prasarana yang begitu sulit serta bisa mempergunakan sarana dan prasarana lokal. Dari hasil cakupan jamban keluarga setelah pelaksanaan dengan mempergunakan metode ini ada peningkatan cakupan jamban dari 17 KK (2,87%) menjadi 259 KK (43,75%) serta telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat selama satu tahun. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa pelaksanaan jamban keluarga berdasarkan pendekatan Community Led Total Sanitation (CLTS) di Kenagarian Duku Kecamatan Koto XI Tarusan sudah terselenggara dengan baik dan untuk keberlangsungan pelaksanaan jamban keluarga berdasarkan pendekatan ini, perlu dukungan dan kebijakan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan untuk dikembangkan pelaksanaannya pada lokasi lain selain lokasi program WSLIC-2.

Background: Quantity and quality of family latrine will result in poor environment health. The District of Pesisir Selatan had low (21.8%) family latrine coverage; moreover, Duku Village had 2.87%. Effort made by the Health Office of Pesisir Selatan District to increase the family latrine coverage in Pesisir Selatan District in general and Duku Village in particular involved society as subject in developing the family latrine. One activity was family latrine performance based on CLTS approach. The research goal was to find illustration of family latrine performance based on CLTS approach in Duku Village, Sub-district of Koto XI Tarusan, District of Pesisir Selatan. Method: This study is an explorative case study using qualitative method to see illustration of family latrine performance based on CLTS approach. This research was conducted WSLIC-2 program in Duku Village, Sub-district of Koto XI Tarusan, District of Pesisir Selatan, an area performing. The CLTS program was conducted in 2 villages of 5 villages existing in Duku Village, the only village of 9 villages existing in Sub-district of Koto XI Tarusan in the same year. Primary data were collected by indepth interview; whereas, secondary data were collected by document tracing Results: The results of research indicated that performance of family latrine based on CLTS approach had been performed according to stages of CLTS approach. This research was based on policy of Ministry of Health Government of Indonesia, with sufficiently low cost, did not use difficult instruments and infrastructures, and might apply local instruments and infrastructures. From the family latrine coverage after performance using this method, there was increase in family latrine coverage from 17 households (2.87%) to 259 households (43.75%), and the benefit had been felt by the society for one year. Conclusion: Based on the results of research, it conclusive that the performance of family latrine based on CLTS approach in Duku Village, Subdistrict of Koto XI Tarusan, had been performed well and the continuity of the family latrine performance based on this approach need support and policy of the Health Office of Pesisir Selatan District to develop performance in other locations except of WSLIC-2 program location.

Kata Kunci : Jamban keluarga,Community Led Total Sanitation,CLTS,Approach, Family Latrine, Community Led Total Sanitation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.