Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kepesertaan JPKM di BAPEL PT.Husada mandiri berbakti Klaten
SUPRIYADI, Iwan, Prof.dr. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Kepesertaan JPKM pada Bapel PT. Husada Mandiri Berbakti perlu mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Klaten untuk menjamin kesehatan penduduknya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kepesertaan serta dukungan Pemerintah Kabupaten Klaten saat ini untuk Bapel JPKM. Metode Penelitian: Jenis Penelitian ini adalah penelitian survey dengan rancangan cross sectional. Unit analisis penelitian ini adalah Bapel PT. Husada Mandiri Berbakti Klaten. Subyek penelitian adalah peserta dan mantan peserta yang telah berusia lebih dari 17 tahun, pihak internal Bapel dan perwakilan dari pemerintah kabupaten. Variabel penelitiannya adalah sistem pembayaran prabayar, kebijakan pemerintah, pelayanan kesehatan, tingkat premi, pengetahuan dan persepsi terhadap Bapel. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berisi pertanyaan yang terstruktur, menggunakan metode wawancara mendalam. Hasil Penelitian: Faktor yang signifikan mempengaruhi kinerja kepesertaan adalah sistem pembayaran prabayar dengan tingkat signifikansi (p= 0,010) dan variabel pengetahuan dan persepsi peserta dengan tingkat signifikansi (p= 0,041) yang lebih kecil dari tingkat signifikansi yang telah ditetapkan yaitu 0,05 atau 5%. Pada sistem pembayaran prabayar pada umumnya diterima peserta, untuk kebijakan pemerintah baik unsur eksekutif, maupun legislatif untuk membuat kebijakan dan peraturan yang menguntungkan masyarakat, pelayanan kesehatan yang disediakan pada umumnya sudah baik, premi yang diberlakukan tidak memberatkan dan terjangkau, pengetahuan dan persepsi peserta dirasa cukup baik. Kesimpulan dan Saran: Kesimpulan penelitian adalah faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja kepesertaan adalah sistem pembayaran prabayar dengan tingkat signifikansi (p= 0,010), pengetahuan dan persepsi dengan tingkat signifikansi (p= 0,041). Saran seyogyanya Pemerintah kabupaten Klaten membuat peraturan tentang Jaminan Kesehatan Daerah yang dituangkan dalam Peraturan Daerah.
Background: Membership in Community Health Care Insurance at PT. Husada Mandiri Berbakti Health Insurance Carrier needs attention from Klaten district government in order to ensure health of population. Objective: The study aimed to identify factor affecting membership performance in Community Health Care Insurance and support of Klaten district government to Healt Insurance Carrier of Community Health Care Insurance. Method: This was a survey with cross sectional design. Analysis unit of the research was PT. Husada Mandiri Berbakti Health Insurance Carrier. Subjects consisted of members and former members of over 17 years old, internal element of the Health Insurance Carrier and representative from district government. Variables of the research included pre payment system, government policy, health service, amount of premi, knowledge and perception about health insurance carrier. Research instruments used were questionnaires with structured questions and indepth interview. Result: Factors significantly affecting membership performance were pre payment system (p=0.010) and variables of knowledge and perception of the member (p=0.041) which was lower than the level that had been specified, i.e. 0.05 or 5%. In general pre payment system was accepted by the member; the government both from executive and legislative element made policy and regulation beneficial for the community; in general health service was relatively good; the amount of premi specified was affordable; knowledge and perception of the member were relatively good. Conclusion and Suggestion: Factors significantly membership performance in Community Health Care Insurance were pre payment system (p=0.01), knowledge and perception (0.041). Klaten district government should develop regulation on local health insurance.
Kata Kunci : managed care,JPKM,kinerja kepesertaan,sistem pembayaran prabayar,kebijakan pemerintah,pelayanan kesehatan, premi,managed care, membership performance, pre payment system, knowledge and perception, government policy, health service, premi.