Laporkan Masalah

Hubungan antara indeks massa tubuh, asupan natrium dan asupan kalium dengan derajat hipertensi primer pada pasien yang berobat di Puskesmas Moyudan, Kabupaten Sleman

WIDADA, Agus, dr. I Dewa Putu Pramantara, SpPD, K-Ger

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang. Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang banyak dijumpai akhir-akhir ini di Puskesmas seluruh Kabupaten Sleman. Asupan Natrium yang berlebih sudah lama diketahui berhubungan dengan hipertensi, dan luas dikenal sebagai faktor risiko tradisional dari hipertensi. Tapi akhir-akhir ini nampaknya Indeks Massa Tubuh diatas rata-rata serta asupan Kalium yang kurang, ditengarai pula sebagai faktor risiko kasus-kasus hipertensi primer derajat 2.. Tujuan Penelitian. Mengetahui hubungan antara faktor asupan Kalium, asupan Natrium dan Indeks Massa Tubuh dengan derajat hipertensi primer serta faktor-faktor lainnya dengan derajat hipertensi primer di Kecamatan Moyudan. Metode Penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian krosseksional observatif pada penderita hipertensi primer di Puskesmas Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Subyek penelitian adalah pengunjung Puskesmas Moyudan tahun 2004-2006 berusia > 18 tahun yang didiagnosa menderita hipertensi primer. Variabel independen adalah tingkat Indeks Massa Tubuh(IMT), asupan Natrium dan asupan Kalium (dengan metode Food Frequency Questionnaire/FFQ). Variabel perancu: aktifitas fisik, kebiasaan merokok, stress psiko-sosial (Holmes’s Social Readjustment Rating Scale), faktor keturunan/Selfreported family history, umur dan jenis kelamin. Variabel dependen adalah hipertensi primer yang dikelompokkan sesuai kriteria JNC-7 menjadi hipertensi derajat 1(> 140/ >90 mmHg) dan hipertensi derajat 2( >160/ >100 mmHg). Analisis dilakukan untuk mengetahui hubungan antara masing-masing variabel independen dengan derajat hipertensi primer dilakukan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil Penelitian. Melalui uji bivariat asupan Kalium dibawah RDA(1600 mg/hari), Asupan Natrium > 500 mg/hari dan aktifitas fisik yang kurang ( < 3 kali seminggu dan atau lama latihan < 30 menit/ kali latihan) mempunyai hubungan yang signifikan dengan hipertensi primer derajat 2 (p< 0.05). Sedangkan. tingkat Indeks Massa Tubuh(IMT), Kebiasaan merokok, Konsumsi alkohol, Stress psiko-sosial, Faktor keturunan, umur dan jenis kelamin dalam penelitian ini secara statistik bukan merupakan faktor risiko hipertensi primer derajat 2(p> 0.05)..Asupan Kalium dibawah 1600 mg/hari mempunyai pengaruh terhadap derajat hipertensi primer dengan nilai OR= 4,9 (95% CI, 1,277-18,82). Sedangkan.aktivitas fisik mempunyai nilai OR.5,03 (95% CI, 1,39-18,27) . Dengan uji multivariat variabel yang paling signifikan adalah asupan Kalium, aktivitas fisik dan asupan Natrium. Kesimpulan. IMT ≥ 25 tidak berhubungan secara signifikan dengan hipertensi primer derajat 2, Asupan Kalium < 1600mg/hari dan asupan Natrium > 500 mg/hari pada hipertensi primer mempunyai risiko lebih tinggi untuk menderita hipertensi primer derajat 2. Secaara kebetulan dalam penelitian ini aktifitas fisik kurang merupakan faktor risiko hipertensi primer derajat 2. Hal ini merekomendasikan bahwa konsultasi gizi dan anjuran aktivitas fisik yang cukup merupakan langkah yang penting dalam prosedur perawatan hipertensi primer, untuk mengestimasi asupan Kalium dan Natrium sesuai RDA dan memberikan anjuran diet pada penderita hipertensi primer.

Background: Hypertension is a degenerative disease which nowadays is commonly encountered in all health centers at Sleman District. Excessive intake of natrium has long been understood as having relationship with hypertension and widely known as conventional risk factor of hypertension. However, in the fast few years mass body index above average and inadequate potassium intake have also been recognized as risk factor of cases of primary hypertension level 2. Objective: To identify the relationship between factors of natrium and potassium intake and mass body index and level of primary hypertension as well as other factors related to level of primary hypertension. Method: This was an observative cross sectional study on patients of primary hypertension at Moyudan Health Center, District of Sleman, Yogyakarta Special Territory. Subject of the study were patients of Moyudan Health Center 2004 – 2006 of > 18 years old diagnosed as having primary hypertension. Data collected consisted of body mass index, intake of natrium and potassium (through food frequency questionnaire), physical activities, smoking habit, psychosocial stress (based on Holmes's Social Readjusment Rating Scale), self-reported family history, age and sex. The dependent variable was primary hypertension grouped according to criteria of JNC-7 to hypertension level, (≥140/≥90mmHg) and hypertension level 2 (≥160/≥100mmHg). Result: The result of bivariable analysis showed that potassium below Recommended Dietary Allowance (1600mg/day), natrium intake >500mg/day and physical activities less than 3 times/week and or duration of exercise < 30 minutes/exercise) had significant relationship with primary hypertension level 2 (p<0.05). Whereas body mass index, smoking habit, alcohol consumption, psychosocial stress , heredity, age and sex were statistically not risk factors of primary hypertension level 2 (p>0.05). Potassium intake below 1600mg/day affected level of primary hypertension with OR=4.9 (95%CI, 1.277-18.82) whereas physical activities with OR 5.03 (95%CI, 1.066-24.7). Conclusion: Body mass index ≥25 had no significant relationship with primary hypertension level 2. Intake of potassium < 1600mg/day and natrium > 500 mg/day in primary hypertension had higher risk for primary hypertension level 2. Accidentally in this study less physical activities were risk factors of primary hypertension level 2. This recommended that nutrition counseling and suggestion for adequate physical activities were an important step for primary hypertension nursing procedure to estimate intake of potassium and natrium according to RDA and give advice on diet for primary hypertension patients.

Kata Kunci : Hipertensi primer derajat,asupan kalium,asupan natrium,indeks masa tubuh,primary hypertension level 2, body mass index, intake of natrium, intake of potassium


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.