Laporkan Masalah

Evaluasi pelaksanaan askeskin di RSU Emanuel Purwareja Klampok Banjarnegara menurut persepsi dokter pelaksana dan manajemen rumah sakit

BUDIYANTO, Drs. Manahati Zebua, M.Kes

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Asuransi Kesehatan di Indonesia sampai saat ini masih dirasakan sosialisasinya sangat kurang, sehingga masyarakat masih belum paham betul akan manfaat di dalam kepesertaannya, sehingga sering kali hal ini diabaikan, masalah kesehatan bagi masyarakat belum dianggap sesuatu yang serius untuk diagendakan sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Kendala ini memungkinkan program-program Asuransi Kesehatan belum tersosialisasi dengan baik karena masyarakat masih negative thingking. Adanya realita diatas dimungkinkan karena pendapatan masyarakat Indonesia masih rendah dan banyaknya masyarakat miskin, maka pemerintah membuka akses pelayanan kesehatan khususnya bagi masyarakat atau keluarga miskin dengan program Askeskin. Dimana peran PPK sangat penting utamanya Dokter yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan, tanpa mengurangi keberadaan peran pengelola maupun peran peserta, sehingga perlu adanya evaluasi dari sudut pandang Dokter dan pihak Manajemen Rumah Sakit, tentang Program Askeskin. Tujuan penelitian: secara umum adalah untuk mengevaluasi pelaksana program Askeskin dalam hal ini bagaimana persepsi dokter terhadap pelaksanaan pelayanan pada pasien Askeskin dan persepsi Manajemen RS mengenai program Askeskin di RSU Emanuel Purwareja Klampok Banjarnegara . Metode penelitian: penelitian ini merupakan penelitian diskriptif yang sifatnya kualitatif. Lokasi penelitian di RSU Emanuel. Instrumen penelitian dengan wawancara mendalam (indepth interview) atau Focus Group Discussion (FGD) dengan para dokter pelaksana yang terlibat langsung dalam pelayanan Askeskin maupun pihak Manajemen RS (Tim Pengendali Askes) yang menangani langsung program Askeskin. Hasil penelitian: persepsi dokter pelaksana dalam memberikan pelayanan kesehatan maupun penggunaan alat diagnostik pada pasien Askeskin tidak membeda-bedakan dan sesuai prosedur, jasa pelayanan tidak menjadi kendala, justru kendalanya pada keterlambatan dalam pembayaran jasa pelayanan medis, sedang dari persepsi Manajemen RS program Askeskin sesuai dengan mukadimah UUD 1945 maupun visi misi RSU Emanuel, tetapi dari aspek pencairan dana klaim yang sering mengalami hambatan dan mengganggu dana operasional RS.

Background: Most Indonesian people do not understand about the usefulness of health insurance because the lack of the socialization. Thus, there is a suggestion that health problems are not a primer need. Besides that, the negative judgment to health insurance have made the socialization could not be successfully implemented. Related to that reality, the government has released Keppres 230/1968 as evidence that the government has thought about health insurance. Supported by SK Menkes 1241/2004, health insurance is very needed to be implemented, particularly in social health insurance for poor people (Askeskin). The role of Health Service Provider or is important, especially the doctors who have important responsibilities in health service. Due to this, it is necessary to make an evaluation based on the doctor and hospital management’s perception about Askeskin program. Objective: To assess the doctor’s perception on health insurance and the impact of those to Emanuel Hospital Purwareja Klampok Banjarnegara, based on the hospital management’s perception. Method: This research used descriptive qualitative method at Emanuel Hospital Purwareja Klampok Banjarnegara. Data was collected by using closed-ended questionnaire, in-depth interview or Focus Group Discussion (FGD) which administered to doctors who contributed to Askeskin program and hospital management who coordinated the Askeskin program. Result: The doctor’s health services to the Askeskin patients were good enough. Next, the usage of medical equipment had a good categorise, while medical service was relatively good enough. Besides that, the timing of the service acceptance was included as a good categorise. The hospital management’s perception on Askeskin program was good and the visitation of non-Askeskin patients, whether room-in or room-out, was good. Then, most respondents said that the process of insurance’s claim was lack. Conclusion: Overall, the doctor’s perception on health service and the usage of medical equipment to the Askeskin patients are not different and based on the standard. Additionally, there was not found any problems on health services. However, there was a lateness problem in the payment of health service. Despite that, the hospital management stated that Askeskin program is analogous with the vision and mission of Emanuel Hospital. Even though, there was also a problem in the process of insurance claim which can disrupt the hospital’s finance.

Kata Kunci : Askeskin,persepsi dokter, Askeskin implementation, the doctor’s perception on Askeskin and the hospital management’s perception on Askeskin program


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.