Determinan kematian ibu Provinsi Bali tahun 2006-2007
PUJANA, I Wayan, Prof. dr. M. Hakimi, Sp.OG., Ph.D
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Badan Kesehatan Dunia memperkirakan 529.000 ibu meninggal dunia setiap tahunnya sebagai akibat komplikasi dari proses kehamilan dan persalinan. Di kawasan Asia Tenggara Indonesia merupakan negara dengan kematian ibu tertinggi. Angka kematian ibu (AKI) di Bali walaupun sudah berada di bawah AKI nasional tetapi trendnya masih berfluktuasi sampai tahun 2007 dimana ke depan harus ditekan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kematian ibu di Provinsi Bali tahun 2006-2007 Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan kasus kontrol. Sebanyak 75 kasus dan 75 kontrol diambil sebagai sampel penelitian. Kasus adalah kematian ibu yang tercatat di Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2006-2007. Sedangkan kelompok kontrol adalah ibu yang melahirkan selamat dan tetap hidup sampai 42 hari setelah persalinan yang melahirkan pada periode yang sama dan bertempat tinggal pada wilayah yang sama dengan kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan komputer menggunakan tabel silang 2x2 dan uji regresi logistik berganda dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian, hasil analisis bivariat menunjukkan variabel yang secara statistik ada hubungan dengan kematian ibu di Provinsi Bali yaitu: pekerjaan ibu, penghasilan keluarga, kepemilikan WC, jenis lantai rumah, status kesehatan ibu, umur, jarak kehamilan, akses pelayanan antenatal, akses pelayanan rumah sakit, waktu I pemeriksaan kehamilan, frekwensi pemeriksaan kehamilan, penolong persalinan dan komplikasi obstetri. Hasil analisis multivariat menunjukkan 6 variabel yang signifikan sebagai determinan kematian ibu di Provinsi Bali yaitu: status kesehatan ibu (OR=13,3; 95% CI= 4,014-44,055), umur ibu (OR=6,9; 95% CI= 1,719-27,429), jarak kehamilan (OR=7,2; 95% CI= 2,450-21,086), akses terhadap pelayanan rumah sakit (OR=3,7; 95% CI= 1,410-9,391), penolong persalinan (OR=4,7; 95% CI= 1,031-21,518), komplikasi obstetri (OR= 12,4; 95% CI= 4,338-35,523). Kesimpulan: Ada hubungan bermakna secara statistik signifikan (p<0,05) antara status kesehatan ibu selama hamil, umur ibu saat melahirkan, jarak kehamilan, akses terhadap pelayanan rumah sakit, penolong persalinan dan komplikasi obstetri dengan kematian ibu di Provinsi Bali tahun 2006-2007.
Background: World Health Organization estimated that 529.000 mothers died every year as a result of complications arising from pregnancy and childbirth. In South East Asia Region, Indonesia had the highest maternal mortality. Maternal mortality ratio in Bali had been lower than the national rate, the trend until 2007 however showed a fluctuation that was to further suppress. Objectives: The aim of this study is to know the determinants of maternal mortality in Bali in 2006-2007 Method: The research is an observational analytical study with case control design. Seventy five cases and seventy five controls were obtained as the study subjects. Case was maternal death registered in the Health Department of Bali Province in 2006-2007. The control is mother who delivered a live baby who remained alive until 42 days after the labor in the same period dwelling in the same region as the case. Data were collected by interview using questionnaire. Data were analyzed by computer using 2x2 crosstab and multiple logistic regression test with significance level at 95%. Result: Bivariate analyses showed that variables which statistically had correlation with maternal mortality in Bali Province were: maternal occupation, family income (revenue), availability of toilet facility, the kind of house floor, maternal health status, maternal age, interval of pregnancy, access to antenatal service, access to hospital service, initial visit to antenatal care, frequency of antenatal care, birth attendant, and obstetric complications. Multivariate analysys showed that six variables were statistically significant as determinant of maternal mortality in Bali Province: maternal health status (OR=13,3; 95% CI= 4,014-44,055), maternal age (OR=6,9; 95% CI= 1,719-27,429), interval of pregnancy (OR=7,2; 95% CI= 2,450-21,086), access to hospital service (OR=3,7; 95% CI= 1,410-9,391), birth attendant (OR=4,7; 95% CI= 1,031-21,518) and obstetric complications (OR= 12,4; 95% CI= 4,338-35,523). Conclusions: There are statistically significant correlations (p<0,05) between maternal health status in pregnancy period, maternal age, interval of pregnancy, access to hospital service, birth attendant and obstetric complications and the maternal mortality in Bali Province.
Kata Kunci : Kematian ibu,Determinan,Komplikasi kehamilan,persalinan, maternal mortality, determinant, Bali Province.