Laporkan Masalah

Analisis kondisi rumah, sosial ekonomi dan perilaku sebagai faktor risiko kejadian frambusia di Kota Jayapura tahun 2007

BOEDISUSANTO, Indra, dr. Fajar Waskito, Sp.KK(K)., M.Kes

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : Frambusia disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral yang disebut Treponema pertenue, merupakan penyakit menular pada manusia dan pada umumnya menyerang kulit dan tulang. Badan Kesehatan Dunia memperkirakan di regional Asia Tenggara terdapat tiga Negara yang mempunyai masalah frambusia yaitu India, Indonesia dan Timor Leste. Prevalensi frambusia di Indonesia pada tahun 2006 sudah kurang dari 1 per 10.000 penduduk, namun masih ada beberapa daerah mempunyai prevalensi yang cukup tinggi yaitu Irian Jaya Barat, Papua, Sulawesi Tenggara Nusa Tenggara Timur dan maluku. Prevalensi penderita frambusia di Provinsi Papua pada tahun 2006 adalah 10,01 per 10.000 penduduk. Kota Jayapura yang merupakan Ibukota Propinsi Papua masih terdapat penyakit frambusia. Prevalensi kasus frambusia di Kota Jayapura pada tahun 2007 adalah 5,4 per 10.000 penduduk. Angka ini lebih tinggi dari kebijakan Departemen Kesehatan sebesar < 1 per 10.000 penduduk. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya faktor kondisi rumah, sosial ekonomi dan perilaku berisiko menyebabkan kejadian frambusia di Kota Jayapura. Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan studi kasus kontrol. Sampel penelitian sebanyak 84 kasus dan 84 kontrol. Kasus adalah penderita frambusia di Kota Jayapura tahun 2007 sedangkan kontrol adalah penduduk yang tidak menderita frambusia dan bertempat tinggal dekat dengan penderita (tetangga). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner, lux meter dan meteran. Selanjutnya data dianalisis melalui komputer dengan menggunakan tabel 2x2 dan dilakukan uji regresi logistik berganda dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian : Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel yang secara statistik berhubungan dengan kejadian frambusia di Kota Jayapura adalah kondisi rumah (kepadatan hunian, ketersediaan air bersih), sosial ekonomi (pengetahuan) dan perilaku (perilaku mandi). Hasil analisis multivariat menunjukkan 3 variabel secara signifikan mempunyai risiko sebagai faktor risiko kejadian frambusia yaitu faktor kondisi rumah mencakup kepadatan hunian (OR=2,5;95% CI=1,813-7,902), ketersediaan air bersih (OR=5,9;95% CI=2,868-12,204), dan faktor perilaku berupa perilaku mandi (OR=3,8;95% CI=1,813-7,902). Kesimpulan : Faktor kondisi rumah (kepadatan hunian,ketersediaan air bersih), sosial ekonomi (pengetahuan) dan perilaku (perilaku mandi) merupakan faktor risiko paling dominan terhadap kejadian frambusia di Kota Jayapura.

Background: Yaws that is caused by spiral bacillus called Treponema perteneu. A human infectious disease which commonly attacks skin and bones. The World Health Organization estimates that in the South East Asian region there are 3 countries that have problems of yaws, I.e. India, Indonesia and Timur Leste. The prevalence of yaws in Indonesia < 1 per 10,000 people but there were places with high prevalence such as province of West Papua, Papua, South East of Sulawesi, Nusa Tenggara Timur and Maluku. The prevalence of yaws in the Province of Papua in 2006 was 10.01 per 10,000 people. There are cases of yaws in Jayapura Municipality, the capital city of the Province of Papua. The prevalence of yaws at Jayapura Municipality in 2007 was 5.4 per 10,000 people. This figure is higher than the figure specified by the Ministry of Health was less than 1 per 10,000 people. Objective: The study aimed to identify risk factors of house condition, social economic factors and behavior factors for the prevalence of yaws at Jayapura Municipality. Method: The study was observational with case control study design. Samples of the study consisted of 84 cases and 84 control subject. Cases were patients of yaws at Jayapura Municipality in 2007 whereas control were the local people who did not suffer from yaws and lived close to the patients. Data were obtained through interview using questionnaire, luxmeter and metric scale. Data were analyzed using computer with 2 x 2 tables and multiple logistic regression test at 95% significance level. Result: The result of bivariable analysis showed that variables statistically related to the prevalence of yaws at Jayapura Municiaplity were house condition (occupation density, availability of clean water), social economic factor (knowledge) and behavior (taking a bath). The result of multivariable analysis showed that three variables were significant risk factors for the prevalence of yaws : house condition (occupation density OR=2,5; 95% CI=1.813 – 7.902, availability of clean water OR=5.9; 9% CI=2.868 – 12.204), and behavior (taking a bath OR=3.8; 95% CI=1.813 – 7.902). Conclusion: Factors of house condition (occupation density, availability of clean water), social economy (knowledge) and behavior (taking a bath) are dominant risk factors for the prevalence of yaws at Jayapura Municipality and they were statistically significant.

Kata Kunci : Frambusia,faktor risiko,Penyakit menular,Penyakit kulit dan tulang,yaws, risk factors, Jayapura Municipality


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.