Laporkan Masalah

Perilaku pencegahan malaria pada wanita usia reproduktif yang menderita dan tidak menderita malaria di Kecamatan Lotu Kabupaten Nias

GEA, Oberlin Kurniawan, dr. Ova Emilia, Sp.OG., M.Med., Ph.D

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi penyebab tingginya kesakitan dan kematian terutama di negara yang sedang berkembang. Diperkirakan setiap tahun insiden malaria berkisar antara 300-500 juta kasus klinis dan 1,1-2,3 juta orang meninggal dunia. Kabupaten Nias selama tiga tahun terakhir (2003-2005) selalu dalam High Incidence Area (HIA), kecuali pada tahun 2006 dalam Median Incidence Area (MIA). Puskesmas Lotu selama 5 tahun terakhir (2003-2007) selalu High Incidence Area (HIA), dan malaria klinis pada wanita usia reproduktif tahun 2005; 771 kasus (27,17%), 2006; 288 kasus (3,79%), dan 2007; 338 kasus (5,21%), Perilaku pencegahan malaria yang tidak baik merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian malaria pada wanita usia reproduktif. Tujuan: Mengetahui hubungan antara perilaku pencegahan malaria pada wanita usia reproduktif dengan kejadian malaria di Kecamatan Lotu Kabupaten Nias. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian kasus kontrol. Subjek penelitian adalah seluruh wanita usia reproduktif umur 15-49 tahun di Kecamatan Lotu. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariabel menggunakan tabel distribusi dan persentase, analisis bivariabel dengan menggunakan Chi-square dengan tingkat kemaknaan ρ<0,05 dan analisis multivariabel menggunakan regresi logistik. Hasil: Wanita usia reproduktif yang berperilaku pencegahan malaria tidak baik lebih besar dijumpai pada wanita usia reproduktif yang menderita malaria (OR=2,68; CI95%=1,39-5,01). Faktor lain yang berhubungan dengan kejadian malaria adalah: pendidikan (OR=2,21; CI95%=1,11-4,40) dan pekerjaan (OR=2,47; CI95%=1,26-4,84) sedangkan pendapatan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian malaria. Kesimpulan: Perilaku pencegahan malaria wanita usia reproduktif yang tidak baik merupakan determinan kejadian malaria yang paling besar dibandingkan dengan faktor lain yang berhubungan dengan kejadian malaria adalah pendidikan rendah dan bekerja di luar rumah. Wanita usia reproduktif yang berpendidikan rendah dan bekerja di luar rumah berpeluang lebih tinggi menderita malaria.

Background: Malaria is a public health problem which causes high rate of morbidity and mortality, especially in developing countries. The estimated malaria incidents range between 300–500 million/year for clinical cases and 1.1–2.3 million people die because of malaria. Nias District was always be high incidence area (HIA) for three years (2003-2005), and be median incidence area (MIA) in 2006. Lotu health center had been a HIA for the last five years (2003–2007), moreover, numbers of clinical cases on reproductive aged women were 771 cases (27.17%) in 2005, 228 cases in 2006 (3.79%), and 338 cases (5.21%) in 2007. Poor malaria preventive behavior is considered as a factor which influences the malaria incidents among reproductive aged women. Objective: Finding out the correlation between malaria preventive behavior among reproductive aged women and malaria incidents at Lotu Sub District, Nias District. Methods This was an observational study with case control design. The subjects were entire productive aged women (15–49 years old) at Lotu Sub District. Data analyses were uni-variate analyses by using distribution and percentage tables, bivariate analyses by using chi-square (p < 0.05), and multivariate analyses by using logistic regression. Results: The reproductive age women with poor malaria preventive behavior were more often to be found on the reproductive aged women with malaria (OR = 2.68; CI 95% = 1.39–5.01). Other factors related to malaria incidents education (OR = 2.21; CI 95% = 1.11–4.40) and occupation (OR = 2.47; CI 95% = 1.26–4.84), meanwhile income did not relate to malaria incidents significantly. Conclusion: Reproductive aged women with poor malaria preventive behavior was the major dominant determinant of malaria incidents and has the highest influence compare to other factors (low education, and working outside house). Reproductive aged women with low income and working outside the house had greater risk for malaria.

Kata Kunci : Malaria,pencegahan,Wanita usia reproduktif,Perilaku pencegahan, preventive behavior, malaria, reproductive aged women


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.