Pelayanan kesehatan reproduksi pada wanita periode menopause di Kota Yogyakarta
ILHAIMI, dr. Ova Emilia, M.Med., Sp.OG., Ph.D
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Salah satu tanda wanita memasuki usia lanjut adalah terjadinya menopause. Menopause terjadi karena menurunnya kadar estrogen dalam tubuh yang menyebabkan wanita mengalami keluhan atau gangguan, seperti kekeringan pada vagina yang menyebabkan rasa nyeri saat senggama, osteoporosis, hilangkan libido atau hasrat seks dan gejala saluran kencing yang dapat mengakibatkan terganggunya aktifitas. Dengan adanya keluhan tersebut, wanita usia lanjut membutuhkan pelayanan kesehatan reproduksi agar bisa menghadapi masa menopause secara sehat, aktif dan produktif. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran kebutuhan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan reproduksi bagi wanita usia lanjut di tingkat pelayanan kesehatan dasar Metodologi: Jenis penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional yang dianalisa secara kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitian adalah wanita usia lanjut yang berumur di atas 45 tahun yang berkunjung ke puskesmas dan bertempat tinggal di Kota Yogyakarta Hasil : Karakteristik umum wanita usia lanjut yang berkunjung ke pelayanan kesehatan dasar berpendidikan SD (48,4%), dengan status kawin (70,9%), tidak bekerja (70,4%), kelompok umur 45-59 tahun (59,7%), dan rata-rata umur haid terakhir 48,64 tahun. Keluhan terbanyak yang memerlukan pelayanan adalah jantung berdebar-debar (63,0%) dan nyeri berkemih (52,4%), terkecil adalah kurangnya intensitas orgasme (6,5%). Kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi yang diinginkan adalah pap smear (56,6%), pemeriksaan masa tulang (56%) dan mamografi (44,7%) yang dilayani oleh tenaga profesional yaitu dokter wanita, perawat atau bidan (68,6%) dalam bentuk pelayanan medis (78,6%) dan penyuluhan (49,7%) dan diadakan setiap hari Kesimpulan : Tidak semua keluhan yang diakibatkan oleh menopause mampu diungkapkan atau membutuhkan pelayanan. Sedangkan pelayanan kesehatan reproduksi yang diinginkan wanita usia lanjut adalah pap smear, pemeriksaan masa tulang dan mamografi yang dilayani oleh tenaga profesional yaitu dokter wanita, perawat atau bidan dengan biaya murah dan diadakan setiap hari
Background: Menopause is one of the signs for women that they have reached their older age. It occurs because of the declining of estrogen level in the body that makes women go through some problems and complaints such as decreased lubrication and vaginal dryness which can result in painful intercourse known as vaginal atrophy, osteoporosis, decreased or loss of libido and a symptom of decreased bladder control agitating activities. Regarding those troublesome complaints, older women need reproductive health services in order that they can face menopause period healthily, actively, and productively. Objective: To investigate the description of older women’s needs and utilization of reproductive health services in primary health level. Methodology: This was a descriptive study with a cross sectional study design analyzed quantitatively and qualitatively. Sample was 159 older women aged above 45 years attending Primary Health Centers (PHCs) and residing in Yogyakarta.The study was conducted from September 27 to Desember 27 2007 Results: Older women’s common characteristics attending primary health were with educational level of elementary school (48.4%), with marital status (70.9%), unemployed (70.4%), 45-59 years of age (59.7%) and with the average of the last menstrual period at 48.64 years of age. The most complaints requiring services were palpitation (63.0%) and bladder pain (52.4%) while the least complaint was low orgasm intensity (6.5%). The reproductive health services needed were pap smear (56.6%), bone density examination (56%) and mammography (44.7%) assisted by health professionals, that is, female doctors, nurses or midwives (68.6%) in forms of medical service (78.6%) and dissemination of information (49.7%) held everyday. Conclusion: Not all complaints due to menopause were able to be disclosed or needed healthcare services. Yet, reproductive health services needed by older women ware pap smear, bone mass examination and mammography assisted by health professionals, that is, female doctors, nurses, or midwives conducted everyday with low cost.
Kata Kunci : Menopause,Wanita lanjut usia,Kesehatan reproduksi, menopause, older age, reproductive health, need of service