Pengaruh keberadaan apotek swasta di Rumah Sakit Jiwa Mataram terhadap pengelolaan instalasi farmasi rumah sakit
MUKMININ, Galuh Ummil, Dra. I.M. Sunarsih, SU
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Farmasi rumah sakit bertanggung jawab terhadap semua barang farmasi yang beredar di rumah sakit, sehingga pengelolaan obat yang optimal sangat diperlukan. Pengelolaan obat di Rumah Sakit Jiwa Mataram (RSJM) masih terdapat banyak permasalahan. Pada tahun 2003, pelayanan obat di RSJM dilakukan oleh Instalasi Farmasi RSJM dan apotek swasta yang ada di dalam RSJM. Pelayanan resep bagi pasien askes/askeskin dilaksanakan oleh apotek swasta di dalam rumah sakit sejak adanya kerjasama PT Askes dengan apotek swasta tersebut tahun 2005. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keberadaan apotek swsta di Rumah Sakit Jiwa Mataram terhadap pengelolaan obat instalasi farmasi rumah sakit. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Penelitian ini dilaksanakan di RSJM dengan unit analisis adalah Instalasi Farmasi RSJM. Subyek penelitian pada penelitian ini adalah kepala RSJM, kepala TU, kasie keperawatan, kasie penunjang medik, ketua komite medik, ketua PFT, kepala IFRS, staf instalasi farmasi, kepala ruangan dan dokter. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perencanaan, persentase dana yang tersedia dibandingkan dengan kebutuhan meningkat dari tahun 2002-2005, dan tahun 2006 menurun. Perbandingan antara jumlah item obat yang direncanakan dengan kenyataan pemakaian meningkat dari tahun 2002-2003 kemudian menurun dan tahun 2006 mengalami peningkatan. Pada pengadaan, frekuensi pengadaan tiap item obat dari tahun 2002-2006 sebanyak 1 kali dan anggaran pengadaan obat mengalami penurunan. Pada tahap penyimpanan, nilai TOR menurun. Pada tahap distribusi, persentase resep yang tidak bisa dilayani semakin meningkat dari tahun 2002-2006. Pada tahap penggunaan, rata-rata jumlah item obat perlembar resep meningkat, persentase obat generik mengalami penurunan, demikian juga dengan persentase obat yang sesuai formularium dan persentase pendapatan RSJM dari IFRS. Penggunaan injeksi di RSJM dari tahun 2002-2006 hampir sama. Kesimpulan : Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keberadaan apotek swasta di Rumah Sakit Jiwa Mataram menurunkan mutu pengelolaan obat instalasi farmasi rumah sakit.
Background: Hospital pharmacy is responsible for all pharmaceutical items distributed in the hospital so that it is necessary to optimize drug management. There are problems in the management of drugs of Mataram Mental Hospital (MMH). Since 2003 drug service at the hospital was provided by pharmacy installation of MMH and a private pharmacy located at MMH. Prescription service for the patients/poor families supported by health insurance has been provided by the private pharmacy in the hospital since the establishment of cooperation between PT. Askes and this private pharmacy in 2005. The study aimed to find out the effect of the presence of private pharmacy at MMH to drug management of Pharmacy Installation of MMH. Method: This was a quasi experiment, carried out at MMH with Pharmacy Installation of MMH as the analysis unit. Subject of the study were head of MMH, head of administrative office, head of nursing section, head of medical support, head of medical committee, head of Pharmacy and Therapy Committee, head of Hospital Pharmacy Installation, staff of pharmacy installation, head of wards and doctors. Result: The result of the study showed that in the planning phase the percentage of budget provided increased in 2002 – 2005 and decreased in 2006. The comparison between quantity of drugs planned and realized increased in 2002 – 2003 then decreased and in 2006 increased. In the procurement phase, each item of drugs was procured once in 2002 – 2006 and budget for drug procurement decreased. In the storage phase, turn over ratio decreased. In the distribution phase, the percentage of prescription which could not be fulfilled increased in 2002 – 2006. In the utilization phase, the average items of drugs per prescription increased, the percentage of generic drugs decreased. The decrease also occurred to the percentage of drugs relevant with the formulary and the percentage of revenue of MMH obtained from hospital pharmacy installation. Use of injection at MMH was relatively equal from 2002 – 2006. Conclusion: The presence of a private pharmacy at MMH reduced the quality of drug management of hospital pharmacy installation.
Kata Kunci : Apotek swasta,Pengelolaan obat,Rumah sakit,Instalasi farmasi,private pharmacy, drug management, hospital pharmacy installation