Laporkan Masalah

Evaluasi pengadaan dan ketersediaan obat di Rumah Sakit Jiwa Daerah Jambi tahun 2004-2006

BULKIS, Putri, Dra. Dwi Pudjaningsih, Apt., M.Kes

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Instalasi Farmasi mempunyai tugas melakukan seleksi, perencanaan, pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan pemantauan penggunaan obat. Perencanaan obat di Rumah Sakit Jiwa Daerah Jambi menggunakan metode konsumsi yaitu perencanaan berdasarkan perhitungan kebutuhan riil obat konsumsi tahun yang lalu.Pengadaan obat di RSJD Jambi melalui penunjukan langsung dan pemilihan langsung. Pengadaan obat di RSJD Jambi menggunakan dana APBD.Dari hasil supervisi yang dilakukan ditemukan obat kadaluarsa, stock mati, obat kosong seperti trifluoperazine dan haloperidol. Tujuan penelitian: Untuk mengevaluasi pengadaan dan ketersediaan obat di RSJD Jambi dari tahun 2004-2006. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan diskriptif yang bersifat investigasi dengan unit analisis adalah kelompok pengadaan obat dan pengguna obat tahun 2004-2006. Subyek penelitian pada penelitian ini adalah kelompok pengadaan: BAPPEDA (Kabid Sosbud), Bawasda (auditor), Direktur Rumah Sakit, Subag penyusunan program Rumah Sakit dan ketua panitia. Kelompok pengguna: Kepala IFRS, ketua KFT, ketua komite medik, Dokter, kepala ruangan. Penelitian ini dilakukan di BAPPEDA, Bawasda dan RSJD Jambi dengan pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan responden. Data sekunder didapat dari data retrospektif berupa Perda APBD, DIKDA, dokumen kontrak obat, berita acara serah terima barang, kartu stock obat, buku bon gudang, faktur pengiriman barang, daftar harga obat dari tahun 2004-2006. Semua data di verifikasi , hasil wawancara ditranskip lalu data diklasifikasi menjadi data kualitatif dan kuatitatif. Hasil penelitian: Proses pengadaan obat di RSJD Jambi tahun 2004-2006 masih belum sesuai dengan Keppres Nomor 80 tahun 2003. Proses pengadaan obat dengan metode penunjukan langsung dan pemilihan langsung memakan waktu yang cukup lama, frekuensi pengadaan obat masih belum sesuai dengan DASK tahun 2004-2006. Ketersediaan obat di Rumah Sakit Jiwa Jambi tahun 2004-2006 tidak baik karena terjadi stock out, stock mati, obat kadaluarsa dan nilai TOR yang rendah. Kesimpulan: Proses pengadaan obat di RSJD Jambi tahun 2004-2006 masih belum sesuai dengan Keppres Nomor 80 tahun 2003. Proses pengadaan obat dengan metode penunjukan langsung dan pemilihan langsung memakan waktu yang cukup lama.

Background: Pharmacy Installation has the duty of selection, planning, procurement, storage, distribution and monitoring of drug use. Drug planning at local mental hospital of Jambi uses consumption method, i.e. planning based on last year actual need of drug consumption. Drug procurement at local mental hospital of Jambi is made through direct appointment and direct selection and funded from local revenue and expenditure budget. The result of supervision shows that there are expired drugs, dead stock, drugs unavailable such as trifluoperazine and haloperidol. Objective:To evaluate drug procurement at local mental hospital of Jambi2004- 2006. Method: This was an investigative study which used the group of drug procurement and drug users in 2004 – 2006 as analysis unit. Subject of the study from the group of drug procurement consisted of local government council (head of social and cultural affairs), local monitoring council (auditor), directors of the hospital program compilation and head of procurement team. The group of drug users consisted of head of hospital pharmacy installation, head of therapy pharmacy committee, head of medical committee, doctors, heads of wards. The study was carried out at local government council, local monitoring council and local mental hospital of Jambi using both primary and secondary data. Primary data were obtained from indepth interview with respondents. Secondary data were obtained from restrospective data comprising local regulation of local revenue and expenditure budget, local activity forms, documents of drug contract, documents of drug delivery and acceptance, drug stock card, documents of drug request to the warehouse, documents of drug shipment and drug price list from 2004 – 2006. All data were verified, the result of interview was transcribed, and data were classified to qualitative and quantitative data. Result: The process of drug procurement and availability at local mental hospital of Jambi in 2004 – 2006 did not comply to the President's Decree No. 80/2003. The process of drug procurement using direct appointment and direct selection method took a long time, the frequency of drug procurement was still irrelevant with unit activity budget list 2004 – 2006. Availability of drugs at local mental hospital of Jambi 2004 – 2006 was still relatively poor because there were stock out, dead stock, expired drugs and low value of TOR. Conclusion: The process of drug procurement at local mental hospital of Jambi 2004 – 2006 did not yet comply to the President's Decree No. 80/2003. The process of drug procurement using direct appointment and direct selection method took a time to do.

Kata Kunci : Pengadaan obat,Ketersediaan obat,drug procurement, drug availability


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.