Peningkatan daya guna ovitrap untuk pengamatan nyamuk Aedes aegypti (Linn.) dengan penggunaan homogenat stadium akuatik dan air bekas kolonisasi
AMBARITA, Lasbudi Pertama, Prof. dr. Sugeng Juwono M., DAP-E., M.Sc
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran TropisLatar Belakang: Aedes aegypti merupakan vektor utama penyakit demam berdarah dengue dapat dipantau melalui pemanfaatan ovitrap untuk menilai populasi nyamuk Aedes gravid. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui sifat atraktansi beberapa bahan terhadap oviposisi nyamuk Ae. aegypti betina gravid. Bahan dan cara: Uji oviposisi dilakukan di laboratorium dan lapangan. Uji laboratorium bertujuan untuk menentukan perlakuan yang paling atraktif sebagai media oviposisi dari keduabelas perlakuan yang diujikan. Perlakuan yang diujikan terdiri dari homoge nat telur, larva dan pupa, serta air bekas kolonisasi (ABK). Masing-masing perlakuan terdiri dari tiga konsentrasi. Sebagai pembanding digunakan air destilasi. Keduabelas perlakuan dan satu pembanding dimasukkan ke dalam kurungan nyamuk dan kemudian dimasukkan seekor nyamuk betina gravid. Bahan perlakuan yang secara statistik paling efektif diujikan kembali di laboratorium dengan air destilasi sebagai pembanding. Uji oviposisi berikutnya dilakukan di lapangan dengan menempatkan 40 pasang ovitrap pada 40 rumah. Efektivitas perlakuan pada uji pralapangan dan lapangan dinilai dengan oviposition activity index (OAI). Hasil: Ae. aegypti meletakkan lebih banyak telur pada ovitrap berisi ABK1 (1 larva/4 ml air destilasi) dibandingkan ovitrap lainnya. Bahan perlakua n sangat atraktif bagi nyamuk Ae. aegypti untuk datang dan meletakkan telurnya dengan nilai OAI pada uji pralapangan dan lapangan masing-masing sebesar 0,44 dan 0,36. Simpulan: Ovitrap dengan air bekas kolonisasi larva (1 larva/4ml air destilasi) sangat atraktif menarik nyamuk Ae. aegypti untuk melakukan oviposisi. Teknik yang diterapkan pada penelitian ini dapat diimplementasikan dalam kegiatan pengamatan dan pengendalian vektor demam berdarah dengue
Background: The surveillance of Dengue vector - Aedes aegypti, which is the primary vector of dengue haemorrhagic fever, can be conducted by using ovitraps to asses population of gravid Aedes mosquitoes. Objective: The aim of the research was to evaluate the attractiveness of eggs, larval and pupal homogenates and larval rearing water of Ae. aegypti for oviposition by gravid females. Methods : Experiments were carried out under laboratory and field conditions. The laboratory experiments were done to determine the most attractive media for oviposition among the 12 tested treatments. The twelve treatments were eggs, larval and pupal homogenates, and larval rearing water. Each candidate consisted three concentrations, and the control used distilled water. The twelve treatments and the control were placed in a mosquito cage, and then a single gravid gravid female was released. The best candidate was further tested by comparing with the control only. The later experiment was then evaluated under field condition by placing 40 pair ovitraps in 40 houses. Oviposition activity index (OAI) was calculated to justify the response of each treatments. Result: Ae. aegypti laid significantly more eggs (p<0,05) in ovitraps containing larval rearing water (1 larva/4 ml distilled water) than other ovitraps. This treatment strongly attracted Ae. aegypti to oviposite with the OAI of 0,44 and 0,36 for laboratory and field conditions, respectively. Conclusion: Ovitraps consisting of larval rearing water (1 larva/4ml distilled water) was very attractive to Ae. aegypti for oviposition. Therefore, this technique could be implemented for the purpose of surveillance and control of dengue vector.
Kata Kunci : Oviposisi,Aedes aegypti,Air bekas kolonisasi,Atraktan,Oviposition activity index