Kadar glukosa cairan serebrospinal sebagai prediktor sensorineural hearing loss (SNHL) pada meningoensefalitis anak
LISSALMI, dr. Ahmad Asmedi, Sp.S, M.Kes
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa cairan serebrospinal sebagai prediktor gangguan sensorineural hearing loss (SNHL) pada penderita meningoensefalitis anak. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kohort retrospektif. Subjek penelitian adalah pasien meningoensefalitis/meningitis anak berusia 1 bulan- 15 tahun datang di poliklinik elektromedik RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta yang dilakukan pemeriksaan BERA. Hasil pemeriksaan BERA didapatkan gambaran kelainan SNHL (+) dan SNHL (-). Besarnya kekuatan hubungan akan ditunjukkan dengan risiko relatif (RR). Hasil: Hasil penelitian diharapkan dapat membuktikan hipotesis bahwa kadar glukosa cairan serebrospinal yang rendah merupakan prediktor gangguan pendengaran sensorineural hearing loss (SNHL) pada meningoensefalitis anak
Objective: To assess the cerebrospinal fluid (CSF) glucose level as a predictor for sensorineural hearing loss in meningoencephalitis. Method: The study used a retrospective cohort method. Subjects for this study are children with confirmed meningoencephalitis with age ranged between 1 month old and 15 years old who visited the electromedical outpatient clinic of Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta and were administered with Brainstem Evoked Response Auditory (BERA). The outcome of the study is grouped into positive SNHL and negative SNHL. Correlation strength would be measured with relative risk. Result: The result of this study is expected to prove the hypothesis that the low cerebrospinal fluid glucose level as a predictor for sensorineural hearing loss in meningoencephalitis.
Kata Kunci : Glukosa cairan serebrospinal,Sensorineural hearing loss,Meningoensefalitis anak, cerebrospinal fluid glucose- sensorineural hearing loss-meningoencephalitis