Persepsi dan perilaku pencarian pengobatan filariasis malayi kronis pasca pengobatan massal di Desa sekumbang Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muara Jambi
PANJAITAN, Taufik, Prof. dr. Soeyoko, DTM-H, SU
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Penyakit kaki gajah (filariasis) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pemerintah telah melakukan upaya untuk mengeliminasi filariasis melalui program pengobatan massal/mass drug administration dan penataan klinis bagi penderita filariasis kronis. Namun demikian perlu dikaji perilaku pencarian pengobatan penderita filariasis kronis pasca pengobatan massal. Tujuan Penelitian: Mengeksplorasi gambaran persepsi dan perilaku pencarian pengobatan penderita filariasis kronis pasca pengobatan massal. Metode: Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif eksploratif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in-depth interview), observasi terhadap lingkungan pemukiman penderita filariasis. Hasil wawancara (in-depth interview), observasi dibuat dalam transkrip, dianalisis secara content analysis dan disajikan secara naratif. Hasil dan Pembahasan: Sebelum adanya pengobatan massal, pengetahuan penderita terhadap filariasis bervariasi, sehingga menimbulkan sikap dan perilaku yang bervariasi dalam melakukan pengobatan. Penderita lebih memilih pengobatan alternatif (dukun) dan tidak diobati. Namun demikian, ada juga yang melakukan pengobatan ke pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan. Setelah adanya program pengobatan massal, persepsi penderita sangat positif, sehingga menimbulkan sikap yang positif dalam melakukan pemeriksaan pengobatan penyakit filaria pasca pengobatan massal. Penderita lebih memilih melakukan pengobatan ke pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan dan tidak melakukan pengobatan. Kesimpulan: Persepsi penderita terhadap filariasis sebelum pengobatan massal sangat bervariasi, sehingga perilaku pemeriksaan kesehatan dan pengobatan juga bervariasi. Hal ini terjadi karena pengetahuan penderita terhadap filariasis kurang. Persepsi penderita terhadap program pengobatan massal yang telah dilaksanakan sangatlah positif, sehingga menimbulkan perilaku yang positif dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan.
Background: Filariasis is a health problem in Indonesia. The government has made efforts to eliminate filariasis through mass medication program of drug administration and clinical management of chronic filariasis patients. However it is necessary to evaluate medication seeking behavior of chronic filariasis patients post mass medication. Objective: To explore perception and behavior in medication seeking of chronic filariasis patients after mass medication. Method: The study was qualitative explorative. Data were obtained through indepth interview and observation of housing environment of filariasis patients. The result of interview and observation was made into transcript, its contents were analyzed and presented narratively. Result And Discussion: Before the implementation of mass medication, knowledge of patients about filariasis varied so that there was difference in attitude and behavior toward medication seeking. Patients preferred alternative medicine and no medication. However, some also visited health service and health professionals. After the implementation of mass medication program, patients had positive perception, there fore also had positive attitude toward filariasis medication post mass medication. Patients preferred going to health service, health professionals and for to no medication. Conclusion: Perception of patients about filariasis before mass medication greatly differed so that behavior toward health examination and medication also varied. This was due to limited knowledge of filariasis patients. Perception of patients toward mass medication program was positive so that patients also had positive behavior toward health examination and medication.
Kata Kunci : Filariasis malayi,Pengobatan,Kaki gajah,penyakit,Pengobatan massal,Pengobatan alternatif,perception, health seeking behavior, filariasis