Peran ninik mamak dalam pelaksanaan kegiatan kelurahan siaga di Kelurahan Koto Panjang Kota Payakumbuh
HENDRIL, Beni, dr. Kristiani, SU
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang. Salah satu grand strategy untuk mewujudkan visi Indonesia Sehat 2010 adalah pada akhir 2008 seluruh desa sudah menjadi siaga. Menyikapi program pemerintah pusat tersebut Kota Payakumbuh telah membentuk 1 Kelurahan Siaga pada tahun 2006 dan diikuti 14 Kelurahan Siaga pada tahun berikutnya. Agar program kesehatan (Kelurahan Siaga) dapat dilaksanakan secara sistematis hingga menjangkau keluarga (anak kemenakan), maka dilakukan kemitraan melalui mediasi pemuka adat (ninik mamak) dengan harapan dukungan ninik mamak dapat menjadi percepatan pembangunan kesehatan di Kelurahan Koto Panjang terutama dalam pelaksanaan kegiatan Kelurahan Siaga. Tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran peran ninik mamak dalam pelaksanaan kegiatan kelurahan siaga di Kelurahan Koto Panjang. Metode penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan rancangan studi kasus dengan metode kualitatif. Unit analisis penelitian ini adalah ninik mamak, kader kelurahan siaga, dan petugas kesehatan yang bertanggung jawab terhadap program kelurahan siaga serta kelompok yang terlibat dalam kegiatan Kelurahan Siaga. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan observasi. Analisis data menggunakan analisis tema. Hasil dan Pembahasan. Peran ninik mamak sudah ada sejak dibentuknya Kelurahan Siaga, terutama menyediakan ambulan siaga, ikut serta kerja bakti membersihkan kampung dan sebagai pengurus Kelurahan Siaga. Kader, petugas Kesehatan, pengurus RW dan bundo kanduang mengakui keterlibatan ninik mamak dalam pengambilan keputusan dan memberi motivasi kepada anak kemanakan (masyarakat) untuk berpartisipasi dalam kegiatan Kelurahan Siaga. Ninik mamak juga berperan dalam pelaksanaan melalui MMD (musyawarah masyarakat desa) dan promosi kesehatan. Secara umum persepsi ninik mamak di Kelurahan Koto Panjang tentang Kelurahan Siaga dan pelaksanaan kegiatannya sudah bagus. Kesimpulan. Peran ninik mamak sangat besar dalam kegiatan Kelurahan Siaga melalui keikutsertaan dalam MMD, kepengurusan dan penyediaan ambulan siaga. Libatkan ninik mamak dalam setiap kegiatan Kelurahan Siaga agar masyarakat berpartisipasi dan mandiri dalam pelaksanaan Kelurahan Siaga.
Background: One of grand strategies to actualize the vision of healthy Indonesia 2010 is by the end of 2008 all villages will have become alert. In response to this central government program, Payakumbuh Municipality has established 1 Kelurahan Siaga in 2006 and 14 Kelurahan Siaga the following year. In order that the program can be implemented systematically reaching relatives (anak kemenakan), a partnership is made through tribal leaders (ninik mamak) with the hope that their support can accelerate health development at Koto Panjang, particularly in the implementation of Kelurahan Siaga activities. Objective: The study aimed to get an overview of the role of ninik mamak in the implementation of Kelurahan Siaga activities at Koto Panjang. Method: This was a descriptive research using a qualitative case study. Analysis unit of the study were ninik mamak, cadres of Kelurahan Siaga, and health staff responsible for the program of Kelurahan Siaga as well as groups involved in Kelurahan Siaga activities. Data were obtained through in depth interview and observation and analyzed using theme analysis. Result & Discussion: Ninik mamak had played their role since the establishment of Kelurahan Siaga, especially in the provision of alert ambulance and participation in social work of keeping the village clean, even as staff of Kelurahan Siaga. Cadres, health staff, village officials and community leaders as well as bundo kanduang recognized the participation of ninik mamak in decision making and giving motivation to relatives (community) to participate in Kelurahan Siaga activities. Ninik mamak also participated in the provision of alert ambulance and health promotion. In general the perception of ninik mamak at Koto Panjang about the implementation of Kelurahan Siaga activities was relatively good. Conclusion: Ninik mamak had taken their role in Kelurahan Siaga community meeting, staffing and provision of alert ambulance.
Kata Kunci : Kelurahan siaga,Pemuka adat,ninik mamak,Program kesehatan,Ninik mamak,Mediasi,Ninik mamak, Kelurahan Siaga, community participation