Laporkan Masalah

Motivasi pengelola desa siaga dalam rangka pengembangan desa siaga di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau

ASMALI, dr. Kristiani, SU

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang Masalah. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kota Tanjungpinang masih cukup tinggi, diharapkan melalui program pengembangan desa siaga AKI dan AKB dapat ditekan, dari sejumlah 7 desa yang dikembangkan menjadi desa siaga di Kota Tanjungpinang belum satupun desa yang dapat menjalankan desa siaga berjalan dengan baik. Kinerja desa siaga yang belum optimal tersebut tidak dapat terlepas dari pengaruh kinerja petugas pengelola desa siaga (Bidan, Toma dan dua Kader yang telah dilatih). Kinerja pengelola desa siaga dipenagruhi oleh motivasinya. Motivasi tersebut kemungkinan terkait dengan tingkat pemahaman desa siaga, persepsi terhadap reward, ketertarikan, bimbingan dan pemahaman tugas. Tujuan penelitian. Mengkaji faktor yang berhubungan terhadap motivasi pengelola desa siaga dalam pengembangan desa siaga Metode penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian analitik, dengan rancangan cross sectional, menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di Kota Tanjungpinang pada 3 Kecamatan dan 7 desa/kelurahan yang telah terbentuk desa siaga. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat, bivariat menggunakan uji Pearson Product Moment dan multivariat menggunakan multiple regressi. Hasil : Hasil Penelitian adalah 1) Pemahaman responden tentang desa siaga, penilaian terhadap reward dalam kategori sedang, persepsi dan ketertarikan pekerjaan, pembinaan dan pengarahan dalam rangka pengembangan desa siaga dalam kategori cukup baik; 2) Pemahaman konsep desa siaga tidak memiliki hubungan dengan motivasi pengelola desa siaga dalam rangka pengembangan desa siaga. dengan nilai r= 0,276 dan p= 0,108; 3) Terdapat hubungan yang bemakna antara penilaian terhadap reward dengan motivasi pengelola desa siaga dengan nilai r= 0,524 dan p= 0,001; 4) Terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi dan ketertarikan pekerjaan dengan motivasi pengelola desa siaga dengan nilai r= 0,334 dan p= 0,50; 5) Terdapat hubungan yang bermakna antara pembinaan dan pengarahan dengan motivasi pengelola desa siaga dalam rangka pengembangan desa siaga dengan nilai r= 0.503 dan p= 0,002. Penilaian terhadap reward, ketertarikan pekerjaan dan pengarahan secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap motivasi dengan R2 =0.422. Kesimpulan : Penilaian terhadap reward, Persepsi dan ketertarikan terhadap pekerjaan dan pembinaan pengarahan secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap motivasi.

Background : Maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR) in Tanjungpinang municipality still high, and it is expected that through development of Desa Siaga program these rates could be controlled. Seven villages that developed the Desa Siaga in Tanjungpinang municipality were not well established. The work performance of desa siaga was not yet optimal and this is closely influenced by the work performance of desa siaga manager that is midwife, community leader and two trained cadres. It is really influenced by motivation that is related with the level of understanding of desa siaga, perception toward reward, interest, guidance and understanding of task. Objective : This research was aimed to find out factors that were related with motivation of desa siaga manager in developing desa siaga. Method: This was a quantitative research that used cross sectional design. The research was located in Tanjungpinang municipality in three sub districts and seven villages that has formed desa siaga. Technique to collect the data was conducted with questioner. Data analysis was univariate, bivariate that used Pearson Product Moment. Result: The result of this research showed that 1) understanding of manager regarding desa siaga concept, evaluation toward reward was avevage, perception and interest toward job was weak, guidance and direction with regard to desa siaga development was medium; 2) there was not a significant relationship between understanding of desa siaga concept with motivation of desa siaga manager with r value = 0,276 and p=0,108; 3) There was a significant relationship between evaluation toward reward with motivation of desa siaga manager with r value = 0,524 and p= 0,001; 4) There was a significant relationship between perception and job interest with motivation of desa siaga manager with r value = 0,334 and p = 0,50; 5) There was a significant relationship between guidance and direction with motivation of desa siaga manager in the effort of developing desa siaga with r value = 0,503 and p =0,002. Conclusion: Evaluation toward reward, perception and interest toward job, guidance and direction were simultaneously had influence toward motivation.

Kata Kunci : motivasi, pengelola, desa siaga,motivation, manager, desa siaga


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.