Pemberdayaan keluarga dalam rehabilitasi medik pada penderita penyakit paru obstruksi kronik di balai pengobatan penyakit paru-paru Yogyakarta
PATRIANI, Ana Adina, Dra. Ira Paramastri, M.Si
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia dan di Indonesia. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia, menimbulkan disabilitas dan menurunnya kualitas hidup. Angka morbiditas dan mortalitas PPOK meningkat seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup, meningkatnya jumlah perokok, dan polusi udara di dalam dan luar ruangan. Untuk meningkatkan kualitas hidup penderita PPOK perlu dilakukan upaya rehabilitasi medik paru. Keberhasilan program rehabilitasi medik dipengaruhi oleh motivasi penderita dan dukungan keluarga. Pemberdayaan keluarga melalui pelatihan rehabilitasi medik diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dan pada akhirnya dapat meningkatkan perkembangan fungsi paru penderita PPOK. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan keluarga melalui pelatihan rehabilitasi medik dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga tentang rehabilitasi medik paru. Metodologi Penelitian : Jenis penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan pre and post test with control group design. Subjek penelitian diambil secara acak berjumlah 63 orang yang terdiri dari 31 orang kelompok perlakuan dan 32 orang kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan check list keterampilam. Analisis data menggunakan paired t-test, independent sample t-test. Hasil Penelitian : Pendidikan, umur, pengetahuan dan keterampilan keluarga sebelum intervensi adalah homogen. Setelah pelatihan rehabilitasi medik meningkat pengetahuan dan keterampilan yang bermakna (p<0,05). Modul berfungsi untuk resistensi pengetahuan dan keterampilan keluarga 1 bulan setelah pelatihan. Ada perbedaan pengetahuan dan keterampilan yang bermakna antara kelompok intervensi dengan kelompok control. Kesimpulan : Pemberdayaan keluarga melalui pelatihan rehabilitasi medik dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga tentang rehabilitasi medik paru.
Background: Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is one of the main causes of morbidity, a leading cause of death and disability in worldwide. In addition COPD imposes a significant burden in terms of disability and impaired quality of life. COPD is projected to increase in much of the world as smoking frequencies rise, the population ages and the contribution in door and out door air pollution. Pulmonary rehabilitation program has been shown in improving quality of life patients with COPD. The success of pulmonary rehabilitation program was influenced by patient’s motivation and support by family members. The family empowerment through training on pulmonary rehabilitation was expected could improve knowledge and skill of the family members of COPD patients and in turn could improve the development of pulmonary function to COPD patients. Objective: Assess the influence of family empowerment through training on pulmonary rehabilitation in improving the knowledge and skill of family members on pulmonary rehabilitation . Method: This research was quasi-experimental study by pre and post test with control group design. Subject of the research were 63 family members that was selected randomly. The subject divided into experimental groups (31) and control groups (32). Data collected was conducted by using questionnaires of knowledge and check lists of skill. Data analysis used paired t-test and independent sample t-test with significant level of p=0,05. Result: Level of education, age, knowledge and skill about pulmonary rehabilitation before intervention were not significantly different. After get training on pulmonary rehabilitation, improvement of knowledge and skill in the intervention group was significantly (p<0,05). There was significant difference on knowledge and skill between intervention group with control group (p<0,05). Module has function to resist the family knowledge and skill one month after training. Conclusion: Training pulmonary rehabilitation on family members to COPD patient can improve knowledge and skill about pulmonary rehabilitation.
Kata Kunci : PPOK, rehabilitasi medik, pemberdayaan keluarga,COPD, pulmonary rehabilitation, family empowerment