Pendidikan kesehatan melalui pelatihan gizi keluarga tentang pemanfaatan makanan lokal pada balita di Desa Fatuneno dan Noepesu wilayah puskesmas Eban Kab. T.T.U, Prov. N.T.T
MAMOH, Kamilus, Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Rendahnya pengetahuan, sikap dan praktek keluarga terhadap pemanfaatan makanan lokal akan sangat berpengaruh terhadap pola pemberian makanan pada balita yang pada gilirannya akan berdampak pada status gizi balita. Di Kabupaten TTU, gizi buruk dengan kelainan klinis 97 balita, tanpa kelainan klinis 1.332 balita, gizi kurang 6.203 balita, yang meninggal 12 balita. Di Desa Fatuneno dan Noepesu didapatkan gizi buruk tanpa kelainan klinis 12 orang, gizi kurang 80 orang. Kedua desa tersebut cukup berpotensi dalam hal pangan, kacang- kacangan, umbi-umbian, sayur-sayuran dan buah-buahan. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek melalui pemberdayaan keluarga dengan cara pendidikan gizi dan pelatihan pemanfaatan makanan lokal pada balita. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap dan praktek tentang pemanfaatan makanan lokal pemberian makanan pada balita antara keluarga yang diberi pelatihan dan penyuluhan dengan keluarga tanpa pelatihan dan penyuluhan. Metode : Jenis penelitian quasi experiment pre-test post-test design. Subjek penelitian ibu-bu yang mempunyai balita. Lokasi penelitian di Desa Fatuneno dan Noepesu, Kab.TTU, Prov. NTI'. Pengambilan sampel secara purposive. Analisis karakteristik menggunakan chi-square. Uji statistik menggunakan t-test, pada taraf signifikan p 0,05. Hasil dan Pembahasan : Analisis variabel umur, pendidikan, pekerjaan, penghasilan dan jumlah anak, pada kedua kelompok menunjukkan hasil yang menunjukkan bahwa kedua kelompok dalam keadaan sebanding. Analisis t-test terhadap hasil pre-test pada kedua kelompok pada aspek pengetahuan, sikap dan praktek terhadap pemanfaatan makanan lokal hasilnya. yang berarti kedua kelompok berada pada kondisi yang sebanding sebelum diiakukan intervensi. Selanjutnya analisis terhadap hasil pos-test pengetahuan,sikap dan praktek terhadap pemanfaatan makanan lokal pada balita pada kelompok eksperimen menunjukkan hasil yang berarti terjadi peningkatan yang signifikan. Hasil analisis yang sama pada kelompok kontrol menunjukkan p > 0,05, yang berarti tidak ada perbedaan yang bermakna.
Background : The low of family’ s knowledge, attitude, and practice of local food utilization would influence to food provision pattern among underfive children and impact to underfives nutrient status. There were 97 underfive children suffered from low nutrient with clinical disorder and 1,332 without clinical disorder , while 6,203, undefive children were less nutrient and 12 died from low nutrient in TTU Regency. More over, there were 12 underfive children suffered from low nutrient and 80 underfive children less nutrient without clinical diseases. In Fatuneno and Noepesu village, the poor nutrient among underfive children was 12, less nutrient 80. Both villages had sufficient potency, legumens, all kinds oftubers, vegetables and fruits. One of effort to increase health knowledge, attitude, and practice was by family empowerment through health education and training on local food utilization among underfive children Objectives : To know the difference in knowledge, attitude and practice on local utilization, food provision among underfive between family who obtained training and who did not. Methods : The research was quasi experiment pre-test post-test design. The subjects were mothers of underfive. The research locations were Fatuneno and Noepesu village, North Center Timor Regency, East Nusa Tenggara Province. The samples were obtained purposively. Characteristic analysis using chi-square. The statistic test using t-test, with significant level at < 0.05. Result and discussion : Analysis to age, education, occupation, expenditure and child number variable, in both group, shomed p < 0.05 that indicated that both group is equal. The t test analysis to the pre-test result for both group in knowledge, attitude, and practice on local food was p < 0.05, that means both group were in equal state before intervention. Then analysis to the result of post- test about knowledge, attude and practice on local food utilization for underfive in experiment group showed p < 0.05, which means there was significantly increasing. While the same analysis in control group showed p > 0.05, that means there was no significant difference.
Kata Kunci : Pendidikan kesehatan,Pelatihan gizi,Makanan balita,Kekurangan gizi