Laporkan Masalah

Hubungan antara asupan antioksidan dan disfungsi ereksi pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di rumah sakit umum Cibabat Cimahi

WIDARTIKA, dr. I Dewa Putu Pramantara, Sp.PD, KGer

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : Diabetes melitus merupakan faktor risiko yang penting untuk terjadinya disfungsi ereksi. Pada diabetes terjadi peningkatan stres oksidatif yang mendasari gangguan neurovaskuler dan memegang peranan penting dalam mengakibatkan gangguan fungsi endotel dan neuropati di dalam corpus cavernosum diabetisi. Pencegahan disfungsi ereksi pada diabetes melitus dengan pendekatan patofisiologi disfungsi endotel dengan memblok berbagai stres oksidatif melalui antioksidan menjadi alternatif yang rasional dan antioksidan yang bekerja mencegah keja reactive oxygen species adalah vitamin A, C dan E. Tujuan : Mengetahui hubungan asupan antioksidan (vitamin A, C dan E) dan kejadian disfungsi ereksi pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan case control. Penelitian dilaksanakan di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Cibabat Cimahi dengan jumlah sampel 74 orang (37 orang kelompok kasus dan 37 orang kelompok kontrol). Data yang dikumpulkan adalah asupan antioksidan yang meliputi vitamin A, C dan E (variabel bebas) yang diperoleh dari formulir Food Frequency Semiquantitative, data kejadian disfungsi ereksi (variabel terikat) yang diperoleh dari kuesioner IIEF-5, serta data kebiasaan merokok, penyakit hipertensi, hiperkolesterolemia, penyakit jantung dan obesitas (variabel konfonding) yang diperoleh dari kuesioner, pemeriksaan laboratorium dan rekam medis. Data akan dianalisis dengan menghitung Odds Ratio (OR) dan untuk melihat pengaruh variabel kovariat dianalisis dengan uji stratifikasi. Hasil : Ada hubungan yang bermakna antara asupan antioksidan (vitamin A, C dan E) dengan disfungsi ereksi. Kehadiran faktor penyakit hipertensi, penyakit jantung, obesitas, kebiasaan merokok dan hiperlipidemia harus diperhatikan dalam mengantisipasi terjadinya disfungsi ereksi mengingat fakctor-faktor tersebut berperan dalam mempengaruhi hubungan antara asupan antioksidan dan disfungsi ereksi. Kesimpulan : Responden dengan asupan antioksidan kurang mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami disfungsi ereksi dibandingkan dengan responden yang asupan antioksidannya baik. Tetapi risikonya menjadi lebih kecil setelah distratifikasi oleh variabel konfonding.

Background: Diabetes Mellitus (DM) is an important risk factor for the prevalence of erectile dysfunction. In DM patients there is an increase of oxidative stress which causes neurovascular disorders that has an important role in causing endothel and neuropathy function disorders in corpus cavernosum diabetician. The prevention of erectile dysfunction among DM patients through pathophysiological approach of endothel dysfunction by blocking various oxidative stresses through antioxidant becomes a rational alternative and the antioxidants that block the work of reactive oxygen species are vitamin A, C and E. Objective: To identify the relationship between intake of antioxidant (vitamin A, C and E) and the prevalence of erectile dysfunction among DM type 2 patients. Method: The study was observational with case control design carried out at Internal Medicine Polyclinic of Cibabat Hospital, Cimahi with as many as 74 samples (37 samples as cases and 37 samples as control). Data gathered were intake of antioxidant which consisted of vitamin A, C and E (independent variable) obtained from food frequency semiquantitative forms, prevalence of erectile dysfunction (dependent variable) obtained from questionnaire of IIEF-5, and data of smoking habit, hypertension disease, hypercholesterolemia, heart disease and obesity (confounding variable) obtained from questionnaire, laboratory test and medical record. Data analysis used Odds Ratio calculation and stratification test to identify effect of covariate variable. Result: There was significant relationship between intake of antioxidant (vitamin A, C and E) and erectile dysfunction. In DM type 2 patients, the presence of disease factors of hypertension, heart disease, obesity, smoking habit and hypercholesterolemia had to be taken into account to anticipate the prevalence of erectile dysfunction considering that these factors affected the relationship between intake of antioxidant and erectile dysfunction. Conclusion: Respondents with less intake of antioxidant had higher risk for erectile dysfunction than those with good intake of antioxidant, but had lower risk for erectile dysfunction after stratification by confounding variable.

Kata Kunci : Antioksidan,Disfungsi ereksi,Diabetes mellitus tipe 2,antioxidant, erectile dysfunction, diabetes mellitus type 2


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.