Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan terhadap abortus provokatus di Kota Ternate

RADJABESSY, Nurbaity, dr. Ova Emilia, Sp.OG, M.M.Ed, Ph.D

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Abortus provokatus merupakan penyumbang angka kematian dan kesakitan ibu di Indonesia. Sikap terhadap abortus provokatus bervariasi dari negara yang satu dengan negara yang lain, hal ini diekspresikan dalam bentuk peraturan dan undang-undang negara yang membatasi tindakan aborsi. Selain itu pengetahuan, pengalaman dan pendidikan tenaga kesehatan maupun non tenaga kesehatan sangat mempengaruhi sikap terhadap aborsi. Penelitian ini dilakukan di Kota Ternate, dengan mengukur tingkat pengetahuan dan sikap tenaga kesehanan dan non tenaga kesehatan terhadap abortus provokatus karena belum pernah diteliti. Tujuan penelitian: Penelitian ini untuk mengetahui sikap tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan terhadap abortus provokatus di Kota Ternate . Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian adalah tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan dengan besar sampel penelitian 208 orang. Analisis data kuantitatif menggunakan analisis univariabel dan bivariabel dengan uji chi-square. Hasil: Analisis uji statistik pada nakes diperoleh pengetahuan baik lebih banyak 82,17% dan pada non nakes mempunyai pengetahuan kurang lebih banyak 79,75%. Sikap positif menolak abortus provokatus pada nakes lebih banyak 75,19%, dan pada non nakes sikap negatif mendukung aborsi lebih banyak 59,49%. Sementara uji statistik bivariabel pada nakes diperoleh pengetahuan baik mempunyai hubungan yang bermakna dengan sikap tehadap aborsi, dan pada non nakes tidak ada hubungan yang bermakna dengan sikap terhadap aborsi. Variabel tempat tinggal, umur dan jenis kelamin tidak ada hubungan yang bermakna dengan sikap positif menolak abortus provokatus. Sedangkan hasil analisis indepth interview diperoleh sikap positif menolak abortus provokatus pada nakes maupun non nakes. Kesimpulan: Pengetahuan nakes yang baik dapat mempengaruhi sikap positif menolak abortus provokatus, dan pada non nakes dengan pengetahuan kurang mempunyai sikap negatif mendukung abortus provokatus. Sedangkan tempat tinggal, umur dan jenis kelamin mempunyai sikap yang netral terhadap abortus provokatus.

Background: Abortus provocatus is a contributor of maternal mortality and morbidity in Indonesia. Meanwhile attitude toward abortus provocatus varies from one country to another as reflected in regulations and act that limit the practice of abortion. Besides, knowledge, experience and education of both health and non health providers greatly influence attitude toward abortion. Objective: The study aimed to identify attitude of health and non health providers toward abortus provocatus at Ternate Municipality. Method: This was a descriptive analytical study with cross sectional design. Subject of the study were health providers and non health providers at Ternate Municipality. Samples consisted of 208 people. Quantitative data analysis used univariable, bivariable with chi square. Result: The result of statistical test showed that health provider had good knowledge (82.17%) and non health provider had limited knowledge (79.75%). Positive attitude of refusing abortus provocatus was higher in health provider (75.19%) and in non health provider negative attitude of supporting abortion was higher (59.49%). The result of bivariable test showed that among health provider good knowledge had significant relationship with abortion and among non health provider there was no significant relationship between knowledge and attitude toward abortion. Variables of residence, age and sex had no significant relationship with positive attitude toward refusal to abortion. The result of indepth interview analysis showed that there was positive attitude toward refusal to abortion both in health provider and non health provider. Conclusion: Health provider that had good knowledge could affect positive attitude toward abortion. Non health provider that had limited knowledge had negative attitude toward supporting abortion. Meanwhile residence, age and sex had neutral attitude toward abortion.

Kata Kunci : Abortus provokatus,Tenaga kesehatan,Tingkat pengetahuan,attitude and abortus provocatus.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.