Peran suami terhadap kepatuhan berobat pada wanita penderita tubrtkulosis di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah
SETYANINGSIH, Sulis, Prof. dr. Djaswadi D., Sp.OG(K), MPH, Ph.D
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dan penyebab kematian pada peringkat ke 3 di dunia. Kematian wanita yang disebabkan oleh tuberkulosis juga lebih tinggi jika dibandingkan kematian wanita akibat proses kehamilan dan persalinan. Salah satu penyebab ketidak berhasilan pemberantasan penyakit tuberkulosis adalah ketidak patuhan penderita dalam menjalani pengobatan. Tujuan : Mengetahui pengaruh peran suami terhadap kepatuhan berobat pada wanita penderita tuberkulosis. Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional dengan rancangan cross-sectional, menggunakan metode diskriptif analitik. Lokasi penelitian di wilayah Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Subjek penelitian adalah wanita penderita tuberkulosis yang pernah diobati selama 2 – 6 bulan di puskesmas dengan menggunakan program DOTS. Sebanyak 110 responden pasangan suami isteri. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2008. Analisis data menggunakan uji chi – square dan regresi logistik. Hasil : Pada analisis bivariabel dan multivariabel menunjukkan ada hubungan positif yang bermakna antara peran suami terhadap kepatuhan berobat dengan Ratio Prevalensi (RP= 1,2 Ik 95% 1,002 – 13,217), dan pengetahuan tentang penyakit terhadap kepatuhan berobat dengan Ratio Prevalensi (RP= 1,3 IK 95% 1,517 – 21,146). Rasa mual, bosan dan lupa minum obat merupakan alasan dan hambatan untuk tidak patuh berobat. Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antara peran suami dengan kepatuhan berobat pada wanita penderita tuberkulosis. Semakin baik peran suami terhadap wanita penderita tuberculosis, semakin rendah terjadinya ketidakpatuhan berobat pada wanita penderita tuberculosis.
Background: Tuberculosis is still known as one of the public health problems and poses the third cause of death worldwide. In fact, women’s mortality caused by tuberculosis is greater than that caused by pregnancy and childbirth. Incompliance in tuberculosis treatment is considered to be one constraint to eradicate this disease. Objective: To study the effect of husband’s role toward the treatment compliance among women with tuberculosis. Method: This was an observational study with cross-sectional study design. The method was descriptive analytic. The study site was in Purworejo district, Central Java. Subjects were tuberculosis women that had been undergoing treatment for 2-6 months in primary health center through DOTS (Directly Observed Treatment Short Course). Samples were 110 couple respondents. The study was carried out from February to March 2008. Data were analyzed with chi-square test and logistic regression. Results: Bivariable and multivariable analyses showed that there was a significantly positive relationship between husband’s role and treatment compliance with prevalence ratio of 1.2 (CI 95% 1.002 – 13.217). There was also a significantly positive relationship between knowledge on the disease and treatment compliance with prevalence ratio of 1.3 (CI 95% 1.517 -21.146). Nausea and being bored as well as forgetting to take medicine were reasons and constraints for treatment incompliance. Conclusion: There was a significant relationship between husband’s role and treatment compliance among tuberculosis women. The better the husband’s role was, the lower the tuberculosis woman’s incompliance would be.
Kata Kunci : Tuberkulosis,wanita,Pengobatan,Peran suami,Husband’s role, tuberculosis women, treatment compliance