Hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dalam pemberian imunisasi hepatitis B 0-7 hari di Kota Banjarmasin
RIZANI, Ahmad, Prof. dr. M. Hakimi, Sp.OG(K), Ph.D
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang. Indonesia termasuk dalam kelompok endemis sedang dan tinggi hepatitis B dengan prevalensi di populasi 8-20%. Risiko terjadinya hepatitis B kronis jauh lebih besar dialami oleh 90% bayi yang terifeksi saat lahir, 30–60% anak usia 1-5 tahun dan 2-6% usia dewasa. Pemberian imunisasi HB pada bayi umur 0-7 hari dosis pertama tinggal 23% yang menjadi pengidap kronis dan bila bayi diberi dosis pertama pada bulan pertama kehidupannya maka tinggal 40% yang menjadi pengidap kronis. Cakupan Imunisasi hepatitis B 0-7 hari di Kota Banjarmasin tahun 2006 hanya 41%. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dalam pemberian imunisasi hepatitis B 0-7 hari di Kota Banjarmasin. Metode Penelitian. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan cross sectional, subjek penelitian dilakukan terhadap 170 ibu yang mempunyai anak usia 0 hari sampai dengan 12 bulan yang terpilih secara consecutive sampling di lima puskesmas yang berbeda cakupan imunisasi hepatitis B 0-7 hari. Analisis dengan Chi Square dan regresi logistic, kekuatan hubungan dihitung dengan ratio prevalens dengan Cl 95%. Hasil. Dari analisis bivariabel menunjukan bahwa yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam pemberian imunisasi hepatitis B 0-7 hari adalah pengetahuan rendah RP=1,61 (CI95%=1,35-191), sikap negatif RP=1,49 (CI95%=1,22-1,62), tingkat pendidikan rendah RP=1,56 (CI95%=1,24-1,96), pekerjaan RP=1,44 (CI95%=1,01-2,05) dan penolong persalinan RP=1,48 (CI95%=1,21-1,82). Analisis multivariabel dengan mengunakan regresi logistik hanya ada 2 variabel yang secara statistik bermakna adalah pengetahuan dan tingkat pendidikan. Kesimpulan. Pengetahuan dan tingkat pendidikan mempunyai hubungan dengan perilaku ibu dalam pemberian imunisasi hepatitis B 0-7 hari.
Background: Indonesia belongs to medium and high endemic country of hepatitis B (HB) with the prevalence as much as 8% - 20% of the population. The risk for the prevalence of chronic HB is much more higher among infants infected during birth (90%), among children of 1 – 5 years 30% - 60%, and among adults 2%-6%. If infants of 0-7 days old are given the first dosage of HB immunization, the prevalence of being HB chronic patients is 23% and if the first dosage is given when infants are one months old, the prevalence of being HB chronic patients is 40%. The coverage of HB immunization for infants of 0-7 days old at Banjarmasin Municipality in 2006 was only 41%. Objective: The study aimed to identify the relationship between knowledge, attitude, and behavior of mothers in giving HB immunization to infants of 0-7 days old at Banjarmasin Municipality. Method: The study was observational and used cross sectional design. Subject of the study were 170 mothers having infants of 0-12 months chosen using consecutive sampling technique at 5 health centers with different coverage of HB immunization of infant of 0-7 days old. Data analysis used chi square and logistic regression. Strength of relationship was calculated using prevalence ratio with CI 95%. Result: The result of bivariable analysis showed that there was relationship between behavior of mothers in giving 0-7 day HB in immunization and knowledge RP=1.61 (CI95%=1.35-191), attitude RP=1.49 (CI95%= 1.22-1.62), education RP=1.56 (CI95%=1.24-1.96), occupation RP=1.44 (CI95%=1.01-2.05) and birth assistants RP=1.48 (CI95%=1.21-1.82). The result of multivariable analysis using logistic regression showed that only 2 variables, i.e. knowledge and education statistically had significant relationship with behavior of mothers in giving 0-7 day HB immunization Conclusion: There was relationship between knowledge and education and behavior of mothers in giving 0-7 day HB immunization.
Kata Kunci : Perilaku ibu,Hepatitis B,Imunisasi,Pengetahuan kesehatan,knowledge, attitude, behavior, hepatitis B