Evaluasi petugas kesehatan dalam melaksanakan MTBS pada balita dengan pneunomia di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi
MARIASIH, Agnes, dr. Siswanto A.W.,SU, MSc, Sc.D
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Upaya untuk menurunkan angka kesakitan balita karena pneumonia diantaranya melalui pendekatan manajemen terpadu balita sakit (MTBS) di unit pelayanan kesehatan dasar Puskesmas. Upaya keberhasilan didukung oleh sumber daya manusia (SDM) petugas kesehatan. Evaluasi dapat dilakukan untuk mengetahui keberhasilan penatalaksanaan MTBS. Tujuan: Untuk mengetahui data balita dengan pneumonia sesudah dilakukan MTBS di Puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Ngawi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan cross sectional. Subjek sebagai sampel berjumlah 68 diambil dari total sampling yaitu semua petugas kesehatan yang melakukan penatalaksanaan MTBS pada balita pneumonia diruang rawat jalan Puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi. Hubungan antara variabel penelitian dianalisis dan dihitung untuk menilai rasio prevalensi dengan IK 95%, stratifikasi rasio prevalensi dengan Mantel- Haenszel (RPMH) untuk mengetahui adanya confounding. Hasil: Uji analisis secara bivariabel menunjukkan hubungan bermakna antara pelatihan MTBS dengan ketrampilan mengkalisifikasikan pneumonia pada balita (RP 1,9 dan IK: 1,25-2,98). Hubungan yang bermakna juga ditunjukkan ketrampilan ketepatan pemberian obat (RP 2,1 dan IK: 1,31-3,29), dan ketepatan penentuan rujukan (RP 2,1 dan IK: 1,31-3,29). Analisa stratifikasi menunjukkan bahwa pengetahuan merupakan confounding dalam ketiga hubungan tersebut. Sedangkan pendidikan merupakan confounding dalam hubungan antara pelatihan dengan ketrampilan mengklasikfikasikan pneumonia serta ketepatan pemberian obat. Lamanya bekerja bukan merupakan confounding pada salah satu hubungan tersebut diatas. Kesimpulan: Penatalaksanaan MTBS yang baik dapat meningkatkan penemuan penderita pneumonia pada balita. Demikian juga penderita yang dirujuk ke rumah sakit semakin meningkat dari tahun ketahun.
Background: Efforts to reduce under-five morbidity rate due to pneumonia are, among others, with Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) in basic healthcare service unit of community health center (CHC). The success of the program is primarily supported by human resources of health providers. Therefore, evaluation can be carried out to know the success of IMCI implementation. Objective: To study the data of under-five with pneumonia after IMCI is implemented in CHCs of Ngawi District. Method: This was an observational study with a cross sectional study design. Subjects were 68 health providers taken from total sampling who implemented IMCI for under-five with pneumonia in outpatient unit of CHCs in Ngawi District. The relationship among variables was analyzed and counted to judge the value of prevalence ratio with CI 95% and stratification of prevalence ratio with Mantel-Haenszel (RPMH) to find out the presence of confounding variables. Results: Bivariable analysis showed that there was a significant relationship between IMCI training and the skill to clarify pneumonia among under-five children (RP 1.9 and CI: 1.25-2.98). A significant relationship was also shown in the accuracy skill of administration of medications (RP 2.1 and CI: 1.31-3.29), and the accuracy of referral (RP 2.1 and CI: 1.31-3.29). Stratification analysis showed that knowledge was the confounding variable in those three relationships. Meanwhile, education was the confounding variable in the relationship between training and skill to clarify pneumonia as well as the accuracy of administration of medications. Length of work time was not considered the confounding variable of those above relationships. Conclusion: Good IMCI implementation could improve the finding of pneumonia among under-five children. Therefore, more under-five children with pneumonia were referred to hospitals year by year.
Kata Kunci : Karakteristik petugas,MTBS,Balita pneunomia,Evaluasi,Providers’ characteristics, IMCI, under-five with pneumonia, evaluation