Laporkan Masalah

Konseling gizi dan Pemberian Makanan Tambahan Pemuliahan (PMT-P) terhadap status gizi buruk di Kabupaten Gianyar

NARDIANI, Dian, Prof. dr. Hamam Hadi, MS, Sc.D

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Kurang energi Protein (KEP) merupakan salah satu penyakit gangguan gizi yang disebabkan karena kurangnya konsumsi energi dan protein pada anak balita. Prevalensi status gizi buruk di Kabupaten Gianyar tahun 2006 sebesar : 0,2 %. Penyebabnya ketidak seimbangan asupan gizi, penyakit infeksi dan pola asuh yang salah. Pola asuh yang salah diatasi dengan memberikan Konseling gizi Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata dari pengetahuan, sikap, praktek, asupan zat gizi dan status gizi dari kelompok yang mendapat konseling dan tidak mendapat konseling gizi. Metode : penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan mengunakan rancangan Pre test Post test Design. Subjeknya adalah balita gizi buruk, dengan indikator berat badan menurut umur. Variabel yang diteliti adalah pola asuh berupa pengetahuan, sikap dan praktek memberi makan anak., asupan gizi, serta status gizi balita, dianalisis dengan Uji Independent t-test. Hasil Penelitian : Rata-rata perubahan pengetahuan ibu pada kelompok yang mendapat konseling 2,4138 ± 2,14671 point, dan 0,8621 ± 2,15015 point pada kelompok yang tidak mendapat konseling, Rata-rata sikap ibu berubah 4,8276 ± 7,38275 point pada kelompok yang mendapat konseling dan -1,1034 ± 5,01672 point pada kelompok ibu yang tidak mendapat konseling. Rata-rata praktek ibu berubah 1,3103 ± 2,00185 point pada kelompok yang mendapat konseling dan 0,2414 ± 1,80585 point pada kelompok yang tidak mendapat konseling. Rata-rata asupan energi subjek pada kelompok yang mendapat konseling 98,64 % dan 91,13 % dari AKG pada kelompok yang tidak mendapat konseling. Rata-rata asupan protein subjek pada kelompok yang mendapat konseling sebesar 136,92 % dan 123,97 % dari AKG pada kelompok yang tidak mendapat konseling. Ratarata perubahan status gizi subjek berdasarkan Skor Z (BB/U) pada kelompok yang mendapat konseling sebesar 0,5066 ± 0,5363 point dan 0,1831 ± 0,8031 point pada kelompok yang tidak mendapat konseling. Kesimpulan : Ada perbedaan rata-rata pengetahuan, sikap dan praktek ibu pada kelompok yang mendapat konseling dan tidak mendapat dikonseling, tidak ada perbedaan rata-rata asupan energi dan protein subjek pada kelompok yang mendapat konseling dan tidak mendapat konseling. Tidak ada perbedaan rata-rata status gizi akhir subjek yang mendapat konseling dan tidak mendapat konseling.

Background: Protein energy deficiency is one of nutrition disorder diseases caused by lack of energy and protein consumption among children under five. The prevalence of malnutrition at District of Gianyar in 2006 was 0.2%. The cause is unbalanced nutrition intake, infection diseases and poor rearing pattern. Objective: The study aimed to identify average difference of knowledge, attitude, practice, nutrition intake and nutrition status of the group that got counseling and the group that did not get counseling. Method: This was a quasi experiment that used pre test and post test case control design. Subject of the study were malnourished children under five. Variables observed consisted of rearing pattern, nutrition intake, and nutrition status of children under five analyzed using independent t-test. Result: Average increase of knowledge of mothers that got counseling was 2.4138 ± 2.14671 points and those that did not get counseling was 0.8621 ± 2.1502 points . Average attitude of mothers that got counseling increase 4.8276 ± 7.3828 points and those that did not get counseling decreased 1.1034 ± 5.0167 points. Average practise of mothers that got counseling increased 1.3013 ± 2.0019 points and those that did not get counseling was 0.2414 ± 1.8059 points. Average energy intake of subject that got counseling was 98.64% and those that did not get counseling was 91.13%. Average protein intake of subject that got counseling was 136.92% and those that did not get counseling was 123.97%. Mean ± SD changes in weight for age Z score of the group that got counseling was 0.5066 ± 0.5363 points and those did not get counseling was 0.1831 ± 0.8031 points.. Conclusion: There was difference in average knowledge, attitude and practice of mothers that got counseling and those that did not get counseling. There was no difference in average energy intake and protein intake of the subject that got counseling and those that did not get counseling. There was difference in average final nutrition status of the subject that got counseling and those that did not get counseling.

Kata Kunci : Konseling gizi,PMT,P,Pola asuh,Asupan gizi,Balita,Status gizi,nutrition counseling, nutrition status, rearing pattern, nutrition intake, recovery complementary breastfeeding


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.