Laporkan Masalah

Pelatihan dengan metode demonstrasi pada guru tentang kesehatan reproduksi remaja di Kabupaten Pontianak

SAVITRI, Utin Erni, Dra. Ira Paramastri, M.Si

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : Pembelajaran kesehatan reproduksi di sekolah adalah sangat penting sebagai awal preventif dalam memberikan alternatif dan solusi untuk mengatasi masalah kesehatan reproduksi remaja. Guru memiliki peranan penting dalam acara pembelajaran, diantaranya sebagai fasilitasi yang artinya membantu remaja memenuhi tugasnya (belajar, berlatih) dalam kelompok. Agar menjadi fasilitator yang baik, guru perlu memahami proses pembelajaran didalam suatu kelompok. Guru sebagai pendidik harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan sebagai fasilitator tentang kesehatan reproduksi sehingga pesanpesan dalam pembelajaran kesehatan reproduksi dapat diterima oleh remaja. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru sebagai fasilitator di SMAN melalui metode demonstrasi diharapkan membantu perilaku reproduksi remaja menjadi sehat. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan dengan metode demonstrasi terhadap pengetahuan dan keterampilan guru sebagai fasilitator tentang kesehatan reproduksi remaja di SMAN Kabupaten Pontianak. Metode : Quasi experiment dengan rancangan pretest-postest nonequivalent group design. Subjek penelitian adalah guru di SMAN Kabupaten Pontianak yang berjumlah 60 responden yang diambil secara purposive sampling dan dibagi dalam kelompok perlakuan (30 responden) diberi metode demonstrasi yang dilengkapi dengan modul serta kelompok kontrol (30 responden) tidak diberikan metode demonstrasi. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan rating scale keterampilan. Analisis data dilakukan dengan chi sguare dan t-test (signifikan p < 0,05 ). Hasil : Karakteristik kelompok perlakuan dan kontrol adalah sama, hasil pretes pengetahuan pada kedua kelompok hampir sama. Setelah dilakukan intervensi terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan secara bermakna (p<0,05) pada kelompok perlakuan. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan secara bermakna (p>0,05). Kesimpulan: Pelatihan dengan metode demontrasi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru SMAN sebagai fasilitator tentang kesehatan reproduksi remaja.

Background: Learning of health learning in the school is very important as a starting for preventive in providing alternative and solution for overcome reproductive health problem in adolescents. Teachers have important role in learning program, among others is as facilitation which mean advocate an adolescent in meet their duty (learn and exercise) in a group. In order to be good facilitator, teachers need understanding a learning process in one group. Teachers as an educator must have knowledge and skill as facilitator on reproductive health so the messages in the reproductive health learning could be accepted by adolescent. Increasing of teacher’s knowledge and skill as facilitator in State Senior High School through demonstration method was expected support the adolescent’s reproductive behavior be healthy. Objectives: The research was aimed to knowing the influence of training by demonstration method to the teacher’s knowledge and skill as facilitator on adolescent’s reproductive health in State Senior High School in Pontianak Regency. Method: The method was quasi experiment by pretest-postest nonequivalent group design. The subject was teacher in State Senior High School in Pontianak Regency, which amount of 60 student, which be obtained by purposive sampling and divided into treatment group (30 respondents) that accepted demonstration method that supplemented by module, and control group (30 respondents) that not accepted demonstration method. The collecting of data was by using questionnaire of knowledge and rating scale of skill. Data analysis was performed by chi square and t-test (significance p<0,05). Results: The characteristic of treatment group and control group was equal, the pretest result on knowledge at both group almost the same. After intervention, there was significance increasing in knowledge and skill (p<0.05) at treatment group. While, in control group, there was no significance increasing in knowledge and skill (p<0.05). Conclusions: Training by demonstration method showed increasing teacher’s knowledge and skill in State Senior High School, as a facilitator on adolescent reproductive health.

Kata Kunci : Pelatihan demonstrasi,Guru,Kesehatan reproduksi remaja, Training; Demonstration; Teacher, Adolescent Reproductive Health


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.