Perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif di kota Tanjungpinang propinsi Kepulauan Riau
SUYANTO, dr. R. Dentty Siti Nurdiati, MPH, SpOG
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: ASI Makanan terbaik bagi bayi, menunda permulaan menyusui meningkatkan kematian bayi (Roesli, 2007). Kematian dan kesakitan bayi sebenarnya dapat diselamatkan jika bayi diberikan Asi eksklusif hingga umur 6 bulan. Dari penelitian terhadap 900 ibu di sekitar Jabotabek tada tahun 1995 diperoleh fakta bahwa yang memberikan ASI eksklusif selama 4 bulan hanya 5%, padahal 98% ibu-ibu tersebut menyusui. Dari penelitian tersebut juga didapatkan 37,9% dari ibu-ibu tidak pernah mendapatkan informasi khusus tentang ASI, dan 70,4% ibu tidak pernah mendengar informasi tentang ASI eksklusif (Roesli, 2007). Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran dan faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif di Kota Tanjungpinang. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian analitik metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitiannya adalah ibu-ibu penduduk Kota Tanjungpinang yang memiliki bayi umur 0-6 bulan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sistim cluster random sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji statistik Chi Square. Odds Ratio (OR) diambil dari eksponen beta dengan confidence interval (CI) 95%. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi bivariat karakteristik ibu yang meliputi umur, pendidikan, pendapatan, pekerjaan tidak berhubungan dengan perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif (p>0,05). Sedangkan pengetahuan berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (p<0,05). Dorongan keluarga dan dorongan petugas kesehatan tidak berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (p>0,05). Kesimpulan: Dari ketujuh variabel yang diteliti yaitu umur, pendidikan, pendapatan, pekerjaan, pengetahuan, dorongan keluarga dan dorongan petugas kesehatan berdasarkan analisis bivariat hanya satu variabel yang terlihat adanya hubungan yang bermakna dengan perilaku pemberian ASI eksklusif yaitu variabel pengetahuan.
Background: Breastfeeding provides best nutrient for infant, delaying this process increases infant’s mortality (Roesli, 2007). Infant’s mortality and injury can be avoided by giving exclusive breastfeeding at least six months. Related study in year of 2005 over 900 mothers in Jabotabek shows exclusive breastfeeding during 4 months only 5%, however, 98% respondents still breastfed. This study also shows that 37,9% respondents have not got appropriate information about breastfeeding and 70,4% have not heard information about exclusive breastfeeding (Roesli, 2007). Objective: The objectives of the present study were to describe conditions and factors associated with maternal behaviour related to exclusive breastfeeding in Tanjungpinang. Methods: The study was analytical study which used quantitative method with cross sectional design. The populations in this study were mothers with children aged 0 – 6 months from inhabitants of Tanjungpinang. The cluster random sampling method used for this study. The analyses have been used consist of univariate and bivariate analyses with Chi Square, a statistical method assessing the goodness of fit between a set of observed values and those expected theoretically. Odds ratio (OR) derived from a beta exponent with confidence interval (CI) 95%. Results: The study shows that bivariate correlation over mothers’s characteristic (age, education, earning, occupation) have no relation with maternal behaviour related to exclusive breastfeeding (p>0,05). The support from family members and health workers have no correlation with exclusive breastfeeding (p>0,05). Conclusion: From seven variables have been studied (age, education, earning, occupation, knowledge, family and health worker’s support) by bivariate analysis show only one variable has main correlation with exclusive breastfeeding behaviour. It is knowledge.
Kata Kunci : Perilaku,ASI eksklusif, Behaviour, Exclusive breastfeeding.