Laporkan Masalah

Hubungan antara faktor demografi, persepsi dan hambatan dengan diskontinuitas pasien perawatan gigi karies di Puskesmas Depok I, Kabupaten Sleman, Yogyakarta

SUWARNA, Hendra, drg. Sri Widiati, MPH

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Prevalensi penyakit gigi dan mulut masih termasuk di antara 10 besar penyakit yang diderita masyarakat Indonesia yaitu 60 per 100 penduduk. Dari penduduk yang berobat ke institusi profesional, sebagian besar memanfaatkan sarana Puskesmas (35,5%). Permasalahan yang timbul adalah terjadinya diskontinuitas pasien perawatan gigi karies sebesar 40% dari total pasien baru. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara faktor demografi, persepsi dan hambatan dengan diskontinuitas pasien perawatan gigi karies di Puskesmas Depok I, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Metode Penelitian : Jenis Penelitian adalah observasional retrospektif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dengan cara simple random sampling sebanyak 105 pasien tahun 2006-2007 yang masuk dalam kriteria inklusi. Variabel dependent adalah diskontinuitas pasien perawatan gigi karies. Variabel independent terdiri dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan, persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, hambatan biaya, hambatan psikologis, hambatan jarak dan hambatan mutu pelayanan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dengan menggunakan regresi logistik multivariat. Hasil : Penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara umur (p=0,23), jenis kelamin (p=0,51), tingkat pendidikan (p=1), status pekerjaan (p=0,27), persepsi kerentanan (p=0,84), persepsi keseriusan (p=0,55), hambatan jarak (p=0,84) dan hambatan mutu pelayanan (p=0,84) dengan diskontinuitas pasien perawatan gigi karies, sedangkan untuk hambatan biaya (p=0,043) dan hambatan psikologis (p=0,000) menunjukkan ada hubungan yang bermakna dengan diskontinuitas pasien perawatan gigi karies. Kesimpulan : Semakin tinggi adanya hambatan biaya dan hambatan psikologis, semakin tinggi peluang terjadinya diskontinuitas pasien perawatan gigi karies. Tidak ada hubungan yang bermakna antara umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan, persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, hambatan jarak dan hambatan mutu pelayanan dengan diskontinuitas pasien perawatan gigi karies.

Background: The prevalence of dental disease is considered as 10 most suffered diseases in Indonesia that was 60 per 100 communities. Most of the communities who seek for treatment in professional institution that utilized the Primary Health Care facilities were 35,5%. Problems that were occurred were discontinuity of carries dental care with 40% out of the total new patient. Objective: This research was aimed to find out the relationship between demography factor, perception and barriers with discontinuity of carries dental care in the Primary Health Care of Depok I, Sleman district, Yogyakarta. Method: This was a retrospective observational research that used cross sectional design. The sample was taken with simple random sampling with 105 patients in the year of 2006 – 2007 that included in inclusive criteria. Data was collected by using questioner and analyzed by using multivariate logistic regression. Result: The research result showed that there was no significant relationship between age (p=0,23), sex (p=0,51), education level (p=1), job status (p=0,27), susceptibility perception (p=0,84), serious perception (p=0,55), distance barriers (p=0,84) and barriers of service quality (p=0,84) with discontinuity of carries dental care patient while for psychological barriers (p=0,00) showed that there was a significant relationship with discontinuity of carries dental care. Conclusion: The higher the cost barries and psychological barriers, the higher of discontinuity of carries dental care patient. There was no significant relationship between age, sex, education level, job status, susceptibility perception, serious perception, distance barriers and barriers of service quality with discontinuity of carries dental care patient.

Kata Kunci : Diskontinuitas pasien,Perawatan gigi karies,Penyakit gigi dan mulut


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.