Respons Tanaman Kacang Tanah dan Jagung Terhadap Pemberian Pupuk Organik dari Brangkasan Kacang Tanah
UTAMI, Dian Nurul, Prof. Dr. Ir. Prapto Yudono, M.Sc
2008 | Tesis | S2 AgronomiPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik dari brangkasan kacang tanah terhadap pertumbuhan vegetatif, hasil produksi, kualitas hasil dan serapan hara tanaman. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juli 2007 sampai Febuari 2008, Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap 1 faktor dengan pemupukan (P) sebagai faktor yang diujikan. Percobaan dilakukan terhadap 2 jenis tanaman yang berbeda (T). Secara umum penelitian ini menunjukan bahwa untuk tanaman kacang tanah penggunaan pupuk organik dapat mensubsitusi pengunaan pupuk anorganik, sedangkan untuk tanaman jagung penggunaan pupuk organik belum dapat memenuhi kebutuhan hara tanaman, sehingga perlu diberikan dalam jumlah yang lebih besar. Tanaman kacang tanah yang diberi perlakuan pupuk organik memiliki rerata kandungan lemak biji yang lebih tinggi sebesar 15 % dibandingkan pupuk anorganik. Sedangkan pemberian pupuk anorganik pada tanaman jagung menghasilkan rerata kandungan protein biji lebih tinggi sebesar 43,11 % bila dibandingkan dengan pemberian pupuk organik. Perlakuan berpengaruh tidak nyata pada rerata serapan hara tanaman kacang tanah kecuali serapan K. Pada tanaman jagung yang diberi perlakuan pupuk organik, kemampuan menyerap haranya lebih baik dibandingkan tanaman yang diberi perlakuan pupuk anorganik.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik dari brangkasan kacang tanah terhadap pertumbuhan vegetatif, hasil produksi, kualitas hasil dan serapan hara tanaman. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juli 2007 sampai Febuari 2008, Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap 1 faktor dengan pemupukan (P) sebagai faktor yang diujikan. Percobaan dilakukan terhadap 2 jenis tanaman yang berbeda (T). Secara umum penelitian ini menunjukan bahwa untuk tanaman kacang tanah penggunaan pupuk organik dapat mensubsitusi pengunaan pupuk anorganik, sedangkan untuk tanaman jagung penggunaan pupuk organik belum dapat memenuhi kebutuhan hara tanaman, sehingga perlu diberikan dalam jumlah yang lebih besar. Tanaman kacang tanah yang diberi perlakuan pupuk organik memiliki rerata kandungan lemak biji yang lebih tinggi sebesar 15 % dibandingkan pupuk anorganik. Sedangkan pemberian pupuk anorganik pada tanaman jagung menghasilkan rerata kandungan protein biji lebih tinggi sebesar 43,11 % bila dibandingkan dengan pemberian pupuk organik. Perlakuan berpengaruh tidak nyata pada rerata serapan hara tanaman kacang tanah kecuali serapan K. Pada tanaman jagung yang diberi perlakuan pupuk organik, kemampuan menyerap haranya lebih baik dibandingkan tanaman yang diberi perlakuan pupuk anorganik.
Kata Kunci : Kacang Tanah,Jagung,Pupuk Organik, pupuk organik, kacang tanah, jagung