Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Safeguarding Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin Kajian di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi
RIDWAN, M, Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Pemerintah berusaha meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin melalui program jaminan kesehatan masyarakat miskin yang dikelola oleh PT. Askes. Pelaksanaan program askeskin di Kabupaten Tebo saat ini ditemukan banyak mengalami kendala, diantaranya kinerja dan fungsi tim safeguarding Kabupaten Tebo yang belum berjalan dengan baik, sehingga masyarakat miskin yang mengakses pelayanan kesehatan baik di rumah sakit maupun puskesmas di Kabupaten Tebo belum mendapatkan pelayanan kesehatan dengan optimal. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan safeguarding dalam program jaminan kesehatan masyarakat miskin di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan study kasus ekploratoris. Unit analisis penelitian ini adalah dinas kesehatan, tim safeguarding dan rumah sakit serta puskesams. Subyek penelitian yaitu: I orang kepala dinas kesehatan kabupaten, 3 orang anggota tim safeguarding, 2 orang kepala puskesmas, 1 orang direktur RSUD dan 1 orang tokoh masyarakat yang duduk dalam tim desa. Sampel yang diambil sebagai informan di tentukan dengan cara purposive sampling yang mengamati pelaksanaan kebijakan oleh tim safeguarding. Data di peroleh dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen untuk selanjutnya dianalisis dengan cara analisis kualitatif. Hasil Penelitian: Pelaksanaan kebijakan safeguarding dalam program askeskin oleh tim safeguarding belum berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari rendahnya kualitas maupun kuantitas pemantauan dan pengawasanan program askeskin oleh tim safeguarding. Faktor yang mempengaruhinya antara lain kurangnra SDM, sarana dan prasarana pendukung. Keadaan ini akan berdampak kepada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat miskin yang merupakan tujuan utama dari program. Di masa yang akan datang diharapkan program tersebut dapat dilaksanakan secara baik dengan menerapkan peraturan dan kebijakan program askeskin dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik daerah di Kabupaten Tebo. Kesimpulan: Pelaksanaan kebijakan safeguarding dalam program askeskin belum baik disebabkan kurangnya SDM, dana, sarana prasarana, keadaan tersebut akan berdampak akan rendahnya kualitas pelayanan kesehatan pada masyarakat miskin.
Background: The government tries to improve health service for poor community through health insurance program for poor community managed by PT. Askes. The implementation of this program at District of Tebo encounters some constraints, among others are the performance and function of safeguarding team at District of Tebo which are not yet optimum, so that poor communities who access health service either at the hospital or health center have not obtained good health service. Objective: The study aimed to evaluate the implementation of safeguarding policy of health insurance program for poor community at District of Tebo, Province of Jambi. Method: This was a descriptive study with exploratory case study design. Analysis units consisted of health office, safeguarding team, hospitals and health centers. Subject of the study comprised one head of district health office, three members of safeguarding team, two heads of health center, one hospital director and one leader of community sitting in the village team. Samples were used as informen who were purposively chosen and Data were obtained from indepth interview and documentary study and were then analyzed using qualitative analysis. Result: The implementation of safeguarding policy in health insurance program for poor community had not run well. quantity of monitoring and control of health insurance program for poor community by safeguarding team.This condition would affect quality of health service for poor community which was the main objective of the program. In the future the program was expected to be well implemented by imposing regulation and policy on health insurance program for poor community relevant with local needs and characteristics of District of Tebo. Conclusion: The implementation of safeguarding policy in the program of health insurance for poor community had not run well due to lack of human resources, finance and facilities. This condition would affect the quality of health service for poor community.
Kata Kunci : Kebijakan Safeguarding,Pelaksanaan Program Askeskin,Tugas dan Fungsi Safeguarding, safeguarding, program implementation, health insurance